Ads
Ads

Persiapan MTQH Kaltim di Kukar Lampaui 80 Persen

Kukar – Persiapan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadits (MTQH) XLVI tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Tahun 2026 di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus dikebut. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar memastikan kesiapan penyelenggaraan telah melampaui 80 persen, dengan perhatian khusus pada kenyamanan kafilah serta penataan fasilitas pendukung kegiatan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, menyampaikan perkembangan tersebut seusai Rapat Pemantapan Ekspos MTQH XLVI Provinsi Kaltim Tahun 2026 yang berlangsung di Ruang Rapat Sekda Kukar pada Senin (2/11/2026) kemaren. Pertemuan itu digelar untuk mengevaluasi kesiapan setiap bidang kepanitiaan sebelum hasil persiapan dipaparkan kepada panitia tingkat provinsi dan perwakilan kabupaten/kota se-Kaltim.

Menurut Sunggono, sebagian besar kebutuhan penyelenggaraan telah dipersiapkan oleh masing-masing bidang sesuai pembagian tugas. Meski demikian, masih terdapat sejumlah penyesuaian teknis yang harus diselesaikan, termasuk pengaturan lokasi kegiatan dan fasilitas penunjang.

“Alhamdulillah, dari hasil diskusi tadi semua teman-teman bidang dan panitia yang terlibat menyatakan sudah sesuai dengan tugas mereka. Mudah-mudahan pada saatnya nanti semuanya betul-betul bisa berjalan sesuai dengan yang kita harapkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa koordinasi antarpanitia menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan seluruh tahapan persiapan berjalan sesuai rencana. Setiap bidang diminta mencermati kebutuhan teknis agar tidak muncul kendala yang dapat mengganggu kelancaran kegiatan.

Selain kesiapan arena utama, Pemkab Kukar memberikan perhatian terhadap penataan lingkungan penyelenggaraan. Salah satu aspek yang dibahas adalah pemasangan atribut kegiatan, seperti spanduk, baliho, dan ucapan selamat dari berbagai pihak.

Penataan tersebut dinilai penting untuk menjaga estetika kawasan kegiatan sekaligus menciptakan suasana yang tertib. Pemerintah daerah tidak ingin banyaknya atribut yang dipasang justru mengurangi kerapian arena utama MTQH.

“Untuk yang sederhana misalnya, kita berharap tertib, untuk menjaga estetika di panggung atau di arena utama. Ukuran spanduk dan baliho kita seragamkan, kemudian tempat pemasangannya juga diatur supaya rapi dan bagus,” kata dia.

Ketentuan pemasangan atribut nantinya berlaku bagi organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, maupun kelurahan yang ingin berpartisipasi menyampaikan ucapan selama kegiatan berlangsung. Panitia akan mengatur ukuran dan lokasi pemasangan agar seluruh atribut dapat tertata secara terkoordinasi.

Di sisi lain, kesiapan akomodasi bagi peserta dari berbagai daerah juga menjadi prioritas pemerintah kabupaten. Sunggono bersama jajaran inti kepanitiaan bahkan telah melakukan peninjauan langsung ke sejumlah hotel dan penginapan yang disiapkan untuk menampung rombongan kafilah.

Pengecekan tersebut mencakup fasilitas akomodasi bagi peserta dari Balikpapan, Samarinda, Berau, Paser, Penajam Paser Utara (PPU), Kutai Barat, hingga Mahakam Ulu.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan tempat menginap yang disediakan memiliki kondisi layak dan dapat menunjang kebutuhan peserta selama mengikuti rangkaian perlombaan.

Menariknya, penyediaan akomodasi tidak hanya bertumpu pada hotel. Pemkab Kukar juga memanfaatkan penginapan alternatif berupa homestay dan rumah penduduk yang telah diperiksa kelayakannya.

“Ada penginapan juga, ada yang homestay. Seperti Kutai Timur menggunakan homestay dengan beberapa rumah penduduk yang memang sudah kita cek. Kondisinya sangat representatif,” ungkapnya.

Pemanfaatan rumah warga menjadi salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal sementara bagi kafilah. Dengan pilihan akomodasi yang beragam, panitia memiliki ruang lebih luas dalam mengatur penempatan rombongan dari masing-masing kabupaten dan kota.

Kesiapan penginapan juga memiliki peran penting karena peserta membutuhkan tempat beristirahat yang nyaman sebelum dan sesudah mengikuti perlombaan. Karena itu, pemeriksaan langsung dilakukan untuk memperoleh gambaran kondisi fasilitas yang akan digunakan.

Sunggono menegaskan bahwa meskipun progres persiapan telah menunjukkan perkembangan positif, pemerintah daerah tidak menganggap seluruh pekerjaan telah selesai. Koordinasi dan penyempurnaan teknis tetap dilanjutkan hingga seluruh kebutuhan penyelenggaraan terpenuhi.

“Unyuk persiapan belum 100 persen, ini kan belum sampai di situ. Tapi intinya sudah di atas 80-an,” pungkasnya.

Dengan capaian persiapan yang telah melampaui 80 persen, Pemkab Kukar optimistis dapat menuntaskan berbagai kebutuhan penyelenggaraan MTQH XLVI Kaltim 2026. Kesiapan arena, penataan atribut, serta kelayakan akomodasi menjadi bagian penting dari upaya menghadirkan pelayanan terbaik bagi seluruh kafilah yang akan mengikuti kegiatan di Kukar. (Adv/Diskominfo/Kukar/Ndy).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *