Ads

Festival Pemuda Kreatif 2025 Resmi Dibuka Mahyunadi di Bukit Pelangi

Sangatta – Lapangan Alun-Alun Bukit Pelangi disulap menjadi pusat ledakan kreativitas dan semangat muda dalam Festival Pemuda Kreatif 2025 yang dibuka meriah pada malam Jumat (7/11/2025). Diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Timur, festival selama tiga hari ini menghadirkan panggung terbuka bagi komunitas, pelaku UMKM, dan kreator muda dari berbagai penjuru Kutim.

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, yang menyampaikan pesan kuat mengenai arah baru pembangunan pemuda Kutim. Dalam sambutannya, Mahyunadi menekankan pentingnya keterlibatan talenta lokal dalam seluruh kegiatan pemerintah daerah, termasuk penyelenggaraan event.

“Saya bangga malam ini bisa berkumpul bersama anak‑anak muda kreatif. Ke depan, event‑event seperti ini harus lebih banyak dikerjakan oleh EO lokal agar APBD kita memberi manfaat langsung bagi pemuda Kutim,” tegas Mahyunadi disambut tepuk tangan meriah para pengunjung.

Ia juga menyampaikan bahwa mulai 2025 hingga 2026, Pemkab Kutim akan memberi prioritas kepada bakat dan kreator lokal dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan daerah. Dalam konteks tantangan zaman, Mahyunadi mengingatkan generasi muda untuk mewaspadai musuh baru: kemalasan, pengaruh negatif teknologi, narkoba, dan judi online.

“Kalau dulu musuh kita bangsa penjajah, kini musuh pemuda adalah dirinya sendiri—kemajuan teknologi yang bisa membuat malas, narkoba, judi online, dan godaan yang merusak masa depan,” pesannya lugas.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa kreativitas tak cukup hanya dengan ide dan aksi, tetapi juga harus dibarengi nilai spiritual dan arah hidup yang benar.

“Kalau mau sukses, dekatlah dengan yang menggerakkan hidup kita, Allah SWT. Jangan banyak belok‑belok, jangan banyak melenceng. Kreativitas harus lurus dan dibarengi doa,” ujar Mahyunadi.

Sementara itu, Kepala Dispora Kutim, Basuki Isnawan, menyebut Festival Pemuda Kreatif ini sebagai wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendukung ruang ekspresi dan pemberdayaan generasi muda.

“Kita ingin pemuda Kutim bangkit, mandiri, dan berdaya. Festival ini adalah ruang untuk menunjukkan bahwa mereka mampu,” kata Basuki.

Agenda kegiatan festival mencakup pertunjukan musik, pameran seni, stan UMKM kreatif, hingga workshop bagi pelaku industri kreatif. Gelaran ini bukan sekadar ajang hiburan, tetapi menjadi wadah kolaborasi dan pembuktian bahwa pemuda Kutim memiliki potensi besar dalam menggerakkan ekonomi kreatif daerah.

Dengan Festival Pemuda Kreatif 2025, Pemkab Kutim berharap dapat membentuk ekosistem kreatif yang berkelanjutan, mendorong kolaborasi antar komunitas, serta membuka jalan bagi transformasi budaya lokal yang produktif dan positif. (ADV).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *