Kutim – Prestasi tidak datang dengan jalan pendek. Kontingen Kalimantan Timur membuktikan hal itu saat menaklukkan persaingan dalam ajang PKS Runner 81-Kilometer Independence Day Run di DKI Jakarta. Dengan kekuatan yang sebagian besar berasal dari Kabupaten Kutai Timur, tim Kaltim sukses mengumpulkan sejumlah gelar penting hingga akhirnya dinobatkan sebagai juara umum nasional.
Penampilan impresif para pelari Kaltim terlihat dari keberhasilan mereka menembus podium pada beberapa nomor utama. Kontingen tersebut meraih Juara 1 kategori Individu Putri 81 Kilometer, kemudian mengamankan Juara 1 dan Juara 3 pada kategori Relay. Hasil itu menjadi bukti konsistensi para runner dalam menjaga performa sepanjang lomba yang menguras stamina dan membutuhkan ketahanan mental tinggi.
Ketua DPW PKS Kalimantan Timur sekaligus Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, memberikan apresiasi terhadap capaian tersebut. Ia menilai kemenangan itu menjadi buah dari persiapan, semangat, serta keyakinan yang sudah ditanamkan sejak kontingen diberangkatkan menuju arena kompetisi.
“Alhamdulillah, ini capaian yang sangat luar biasa dan membanggakan bagi kita semua karena sejak awal pelepasan tim kita optimistis mampu mengulang sejarah manis dan akhirnya betul-betul berhasil memboyong piala juara umum nasional,” ujar Ardiansyah, Kamis (27/8/2026) malam.
Menurut Ardiansyah, tantangan lomba dengan jarak 81 kilometer tidak dapat dianggap ringan. Para peserta harus mengatur tenaga sejak awal, menjaga kondisi fisik tetap stabil, serta mempertahankan konsentrasi dalam waktu panjang. Selain kemampuan teknis, faktor kedisiplinan dan ketangguhan mental ikut menentukan keberhasilan seorang pelari mencapai garis finis.
Perhatian khusus diberikan kepada kategori individu putri. Dari puluhan peserta yang tercatat mengikuti nomor tersebut dari berbagai daerah, hanya 11 pelari yang mampu menyelesaikan perlombaan hingga akhir. Wakil Kutai Timur justru mampu tampil paling baik dan keluar sebagai pemenang pertama.
“Dari puluhan peserta individu putri yang mendaftar dari berbagai daerah, hanya 11 orang yang sanggup finis sampai ke garis akhir dan perwakilan Kutai Timur justru tampil luar biasa menjadi pemenang pertama di ajang tersebut,” ungkapnya.
Keberhasilan ini sekaligus memperlihatkan potensi besar yang dimiliki komunitas lari di Kutai Timur. Atlet daerah tidak hanya mampu berpartisipasi dalam perlombaan berskala nasional, tetapi juga membuktikan diri sebagai pesaing serius di nomor jarak jauh yang membutuhkan persiapan matang.
Prestasi dari Kutai Timur tidak berhenti pada lomba lari. Dalam ajang Senam Virtual Komunitas Senam Nusantara atau KSN tingkat Provinsi Kalimantan Timur, perwakilan Kutai Timur juga berhasil meraih Juara 2. Tambahan capaian tersebut semakin memperkuat catatan positif daerah dalam bidang olahraga dan kebugaran.
Trofi kejuaraan, termasuk piala juara umum PKS Runner 81K, kini telah tiba di Sangatta. Seluruh penghargaan tersebut disimpan di Kantor Sekretariat DPD PKS Kutai Timur sebagai simbol keberhasilan dan bentuk apresiasi terhadap perjuangan tim selama mengikuti kompetisi.
Bagi Ardiansyah, kemenangan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi catatan prestasi, tetapi juga membuka ruang pembinaan yang lebih luas bagi masyarakat. Para pelari berpengalaman dinilai memiliki peran penting dalam memperkenalkan teknik lari yang baik, pola latihan yang aman, serta cara mengatur stamina kepada komunitas dan pelari pemula.
“Kita tentu sangat berharap teman-teman runner yang sudah berpengalaman dan berprestasi ini nantinya dapat membagikan ilmu serta tips teknik lari yang benar kepada masyarakat umum dan para runner pemula yang ada di Kabupaten Kutai Timur,” pungkasnya.
Capaian juara umum di Jakarta menjadi penegasan bahwa pelari Kalimantan Timur, khususnya yang berasal dari Kutai Timur, memiliki kemampuan bersaing di panggung nasional. Prestasi tersebut juga diharapkan menjadi pemicu lahirnya lebih banyak atlet lari potensial sekaligus meningkatkan budaya olahraga di tengah masyarakat.



