Sangatta – Gemuruh shuttlecock terdengar di GOR Kutai Timur saat Sirnas C Bupati Open 2026 berlangsung, menegaskan kesiapan daerah ini sebagai tuan rumah turnamen bulutangkis bertaraf nasional. Event yang diselenggarakan oleh Pengurus Kabupaten ini sukses menarik perhatian atlet dan penggemar dari berbagai provinsi.
Sekretaris Daerah Kutai Timur, Rizali Hadi, hadir menutup acara sekaligus menyampaikan apresiasi terhadap panitia. Ia menekankan bahwa keberhasilan penyelenggaraan turnamen menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kutai Timur dan menegaskan kepercayaan PBSI Pusat terhadap kapasitas daerah.
“Kami merasa bangga bisa menyelenggarakan Sirnas C dengan fasilitas yang representatif. Ini menunjukkan kemampuan PBSI Kutai Timur dalam mengelola event berskala nasional,” kata Rizali Hadi, Sabtu (16/5/2026).
Meski sukses, turnamen ini juga menyingkap tantangan besar bagi atlet lokal. Mayoritas juara masih direbut atlet dari luar daerah, sementara wakil Kutai Timur banyak yang terhenti di babak semifinal. Hal ini menjadi evaluasi penting untuk memperkuat pembinaan atlet agar bisa bersaing secara kompetitif.
Rizali menegaskan, prestasi atlet tidak instan dan membutuhkan proses panjang melalui pembinaan yang konsisten. Ia mendorong Dinas Pemuda dan Olahraga serta KONI Kutim untuk memperkuat program pembinaan atlet, termasuk sejak usia dini.
“Ini menjadi pembelajaran bagi kita. Pembinaan yang baik dan berkelanjutan akan menghasilkan atlet berprestasi, bukan hanya di tingkat nasional, tapi juga internasional,” ujar Rizali.
Ia juga menyoroti talenta Kutai Timur yang kini memperkuat klub besar nasional seperti Jaya Raya. Menurutnya, hal ini menjadi pemicu agar daerah mampu membangun klub lokal profesional yang mampu menampung dan mengembangkan atlet berbakat.
Ke depan, pemerintah daerah akan fokus pada pembinaan atlet muda, khususnya generasi milenial, untuk memastikan Kutai Timur memiliki atlet yang kompetitif di level nasional dan internasional. Evaluasi dari Sirnas C ini diharapkan menjadi pijakan strategis bagi pengembangan olahraga daerah.
“Dengan evaluasi ini, kita dapat merancang program pembinaan yang lebih baik, sehingga atlet lokal tidak kalah saing dengan klub-klub nasional, bahkan bisa berprestasi di tingkat internasional,” pungkas Rizali.



