Kediri,Wnews.co.id– Performa positif ditunjukkan Pabrik Gula (PG) Ngadiredjo Kediri dalam musim giling 2026. Memasuki hari ke-125 masa giling, PG Ngadiredjo berhasil mencapai capaian produksi dengan menggiling tebu sebanyak 7 juta kuintal.
Capaian tersebut menjadi salah satu momentum penting bagi PG Ngadiredjo untuk terus menjaga performa pabrik sekaligus mengejar target giling yang telah ditetapkan pada musim giling tahun ini.
Plh. General Manager PG Ngadiredjo Kediri Faiz Humami, mengatakan capaian 7 juta kuintal tersebut tidak lepas dari kerja keras dan kolaborasi seluruh pihak yang terlibat dalam proses giling.
Menurutnya, PG Ngadiredjo akan terus menjaga kinerja pabrik agar proses giling berjalan lancar. Di sisi lain, ketersediaan bahan baku tebu (BBT) juga menjadi perhatian utama untuk memastikan aktivitas produksi dapat berlangsung secara berkesinambungan.
“Dengan penuh optimisme, PG Ngadiredjo terus berupaya meningkatkan performa supaya giling tetap lancar dan pasokan bahan baku tebu (BBT) juga terpenuhi,” kata Faiz, Rabu, 16 September 2026.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh karyawan, petani tebu, tenaga tebang, hingga para sopir yang selama ini menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran musim giling 2026.
Faiz menilai pencapaian 7 juta kuintal pada hari ke-125 merupakan hasil dari kerja keras, dedikasi, serta koordinasi yang dilakukan secara bersama-sama.
“Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh karyawan, petani tebu, tenaga tebang, dan sopir atas kerja keras, dedikasi, serta kerja sama yang luar biasa sehingga kita bisa mencapai hasil yang membanggakan ini,” jelasnya.
Capaian tersebut sekaligus menjadi pemacu semangat bagi seluruh jajaran PG Ngadiredjo untuk melanjutkan kinerja produksi hingga mencapai capaian berikutnya.
“Ini memacu semangat kami untuk terus meningkatkan performa agar segera mencapai angka 8 juta kuintal,” imbuh Faiz.
Pada musim giling 2026, PG Ngadiredjo ditargetkan mampu menggiling tebu sebanyak 10 juta kuintal.
Untuk mencapai target tersebut, kesinambungan pasokan tebu menjadi salah satu faktor penting. Selain kesiapan dan performa mesin pabrik, kelancaran proses tebang dan angkut juga turut menentukan kontinuitas bahan baku yang masuk ke pabrik.
Karena itu, sinergi antara manajemen pabrik, karyawan, petani tebu, tenaga tebang, dan sopir angkutan tebu terus diperkuat agar proses giling dapat berjalan sesuai dengan rencana.
Sementara itu, Manajer Tanaman PG Ngadiredjo Sabar Dwi Komarudin mengatakan, target 10 juta kuintal membutuhkan dukungan performa pabrik yang konsisten serta kecukupan bahan baku tebu sepanjang musim giling.
Menurut Sabar, koordinasi dengan para petani tebu maupun bagian tebang dan angkut menjadi bagian penting untuk menjaga kelancaran suplai tebu ke PG Ngadiredjo.
“Untuk mencapai 10 juta kuintal, dipastikan performa pabrik berjalan lancar dan stok bahan baku tebu (BBT) bisa tercukupi. Dengan saling berkoordinasi dan kolaborasi dengan petani serta bagian tebang angkut, diharapkan suplai tebu berjalan lancar,” ungkapnya.
Sabar menambahkan, capaian 7 juta kuintal menjadi modal semangat bagi seluruh tim untuk terus menjaga ritme produksi hingga target akhir musim giling dapat tercapai.
“Kami optimis dan mohon doa restunya,” pungkas Sabar.(*)



