Ads

Dinsos Minta Penyampaian Data Harus Sesuai Fakta yang Sebenarnya, Supaya Tepat Sasaran Sesuai Regulasi

BONTANG — Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bontang mengajak masyarakat untuk ikut menjaga ketepatan sasaran program perlindungan sosial dengan menyampaikan data dan kondisi ekonomi secara jujur.

Kepala Dinsos Bontang, Ahmad Yani, mengatakan pemerintah membutuhkan dukungan masyarakat untuk memastikan data yang digunakan dalam berbagai program sosial benar-benar menggambarkan kondisi warga di lapangan.

Menurutnya, masyarakat memiliki peran penting dalam memperbarui data, terutama ketika terjadi perubahan kondisi keluarga maupun tempat tinggal.

“Yang kita butuhkan adalah kesadaran. Kalau tidak melapor, susah,” kata Ahmad Yani.

Ia menjelaskan, warga yang pindah tempat tinggal perlu melaporkan perubahan tersebut. Begitu pula apabila terjadi perubahan kondisi keluarga maupun kemampuan ekonomi.

Pembaharuan data dinilai penting karena informasi tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah dalam menentukan penerima berbagai program bantuan dan perlindungan sosial.

Ahmad Yani juga mengingatkan masyarakat yang kondisi ekonominya sudah membaik agar tidak memaksakan diri tetap menerima bantuan.

Sebaliknya, warga yang benar-benar membutuhkan diharapkan aktif menyampaikan kondisi mereka melalui mekanisme yang telah ditentukan.

Menurut Ahmad Yani, persoalan ketepatan data tidak hanya berkaitan dengan kemampuan pemerintah mengelola informasi, tetapi juga menyangkut integritas masyarakat dalam memberikan keterangan.

“Kalau saya, yang dibutuhkan bukan hanya kecerdasan, tetapi integritas dan karakter,” ujarnya.

Ia berharap kesadaran tersebut tumbuh di tengah masyarakat. Dengan kejujuran dalam menyampaikan data, proses verifikasi dan pemutakhiran dapat dilakukan secara lebih akurat.

Data yang benar akan membantu pemerintah menyusun program sesuai kebutuhan masyarakat sekaligus mengarahkan bantuan kepada warga yang memang memenuhi kriteria dan lebih membutuhkan.

Karena itu, Dinsos Bontang mendorong masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga ikut menjaga agar sistem perlindungan sosial berjalan secara adil melalui data yang benar dan terus diperbarui. (ADV/Bontang).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *