Ads
Ads

HKTI Kediri Siapkan 23 Ribu Hektare untuk Bongkar Ratoon Tebu, Dukung Swasembada Gula

Kediri,Wnews.co.id-+ Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Kediri terus mengambil peran dalam mendukung penguatan ketahanan pangan nasional.

Setelah sebelumnya mendorong pengembangan komoditas jagung dengan membidik lahan hingga 57 ribu hektare, HKTI Kediri kini mengarahkan perhatian pada komoditas tebu.

Langkah tersebut diwujudkan melalui persiapan program Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) bongkar ratoon tebu di wilayah Kabupaten Kediri. Program ini diarahkan untuk mendorong peremajaan tanaman tebu sekaligus meningkatkan produktivitas lahan dan hasil panen petani.

Ketua HKTI Kabupaten Kediri Sumadianto mengatakan, pihaknya membidik lahan seluas 23 ribu hektare untuk mendukung pelaksanaan program CPCL bongkar ratoon tebu.

Target tersebut menjadi bagian dari upaya HKTI Kediri dalam memperkuat sektor pertanian, khususnya komoditas tebu yang memiliki peran penting dalam mendukung kebutuhan gula nasional.

“Untuk program bongkar ratoon ini, pengurus HKTI memastikan kesiapan dan ketersediaan bibit tebu berkualitas untuk periode tanam 2026/2027 bagi para petani di wilayah Kabupaten Kediri,” kata Sumadianto, pada Senin, 28 September 2026.

Sumadianto menyampaikan, kesiapan petani dan lahan menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan program bongkar ratoon. Karena itu, HKTI Kediri berkomitmen ikut mengawal proses persiapan agar program tersebut dapat berjalan sesuai target.

Program bongkar ratoon sendiri menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan produktivitas tanaman tebu. Melalui peremajaan tanaman, diharapkan kondisi pertanaman dapat lebih optimal sehingga mampu memberikan hasil yang lebih baik bagi petani.

Lebih lanjut, HKTI tidak hanya berfokus pada penyediaan lahan, tetapi juga memastikan dukungan terhadap kebutuhan petani, termasuk ketersediaan bibit tebu yang berkualitas.

“Kami ingin memastikan petani mendapatkan dukungan yang diperlukan dalam menjalankan program ini. Ketersediaan bibit menjadi salah satu bagian penting yang harus dipersiapkan sejak awal,” ucap Sumadianto.

Sumadianto mengungkapkan, sinergi antara petani, organisasi tani, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci dalam mendorong peningkatan produktivitas tebu di Kabupaten Kediri.

Dengan target CPCL bongkar ratoon mencapai 23 ribu hektare, HKTI Kediri berharap program tersebut dapat memberikan dampak terhadap peningkatan produksi tebu sekaligus memperkuat kesejahteraan petani.

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari dukungan HKTI Kediri terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendorong tercapainya swasembada gula nasional.

“Bersama petani, HKTI siap mengawal keberhasilan swasembada gula nasional,” ungkap Sumadianto.(*/Ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *