Ads
Ads

Membanggakan! 37 Pesilat Cilik SD Muhammadiyah Sangatta Utara Borong 40 Medali di PDM CUP V 2026

Kutim – Gelombang prestasi membanggakan datang dari arena pencak silat. Sebanyak 37 siswa SD Muhammadiyah Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur, sukses memborong 40 medali dalam ajang PDM CUP V 2026. Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa atlet-atlet muda daerah memiliki kemampuan dan semangat juang untuk bersaing di berbagai kategori pertandingan.

Kompetisi yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 itu menjadi panggung pembuktian bagi para pesilat cilik SD Muhammadiyah Sangatta Utara. Dari berbagai nomor pertandingan yang diikuti, kontingen sekolah berhasil mengoleksi 10 medali emas, 15 perak, dan 15 perunggu. Hasil tersebut mencerminkan keberhasilan pembinaan olahraga pencak silat sekaligus memperlihatkan potensi besar peserta didik dalam mengembangkan prestasi nonakademik.

Salah satu penampilan paling mencuri perhatian datang dari Adlah Azalea Izz. Siswi yang turun pada kelompok usia dini II tersebut berhasil menyabet tiga medali emas sekaligus melalui kategori tanding kelas A putri, seni tunggal tangan kosong, dan seni tunggal senjata.

Keberhasilan Adlah menguasai tiga nomor berbeda menjadi catatan istimewa bagi kontingen sekolah. Prestasi itu sekaligus memperlihatkan kemampuannya dalam menguasai teknik pertandingan, baik pada nomor tanding maupun seni pencak silat.

Tidak hanya Adlah, sejumlah atlet muda lainnya turut mempersembahkan medali emas. Pada kelompok kelas 1–3, prestasi tersebut diraih Ahmad Aqif Almuata’ali, Nur Aqifah Azzakiyah Ikrar, Khaizuran Zaidan Akbar, Arfan Naufal Rafasya, Arsyla Berliani Farzana, Adhyasta Syakiel Afkarian, dan Ahmad Rausyan Almutawakkil.

Sementara itu, pada kelompok kelas 4–6, nama Achmad Dzaky Purwanto, Raka Alfadh Qudseey, dan Nur Aqilla Ayudia Ikrar juga tercatat sebagai peraih medali emas dalam kompetisi tersebut.

Kontribusi para siswa yang meraih medali perak dan perunggu turut melengkapi pencapaian kontingen. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa kemampuan atlet pencak silat SD Muhammadiyah Sangatta Utara tersebar di berbagai kelompok usia dan kategori pertandingan.

Kepala SD Muhammadiyah Sangatta Utara, Linda Rofika, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian yang berhasil ditorehkan para peserta didik. Menurutnya, prestasi tersebut merupakan buah dari proses panjang yang melibatkan kedisiplinan, kerja keras, pembinaan, serta dukungan seluruh keluarga besar sekolah.

“Alhamdulillah, pekan ini menjadi momen yang sangat luar biasa dan membanggakan bagi keluarga besar SD Muhammadiyah Sangatta Utara. Berbagai prestasi berhasil diraih oleh siswa maupun guru, menjadi bukti nyata bahwa semangat berprestasi terus tumbuh di lingkungan sekolah kami,” ungkap Linda.

Linda menilai keberhasilan dalam kompetisi bukan semata-mata persoalan jumlah medali yang diperoleh. Lebih jauh, pengalaman mengikuti pertandingan menjadi sarana penting untuk membentuk karakter peserta didik sejak usia dini.

Melalui olahraga pencak silat, siswa tidak hanya dilatih menguasai keterampilan bela diri, tetapi juga belajar membangun kepercayaan diri, menghargai lawan, menerima hasil pertandingan, serta menjaga sportivitas.

“Bagi kami, seluruh pencapaian ini bukan sekadar deretan piala dan medali, melainkan bukti dari kerja keras, keberanian untuk mencoba, kedisiplinan, serta kolaborasi yang kuat antara siswa, guru, orang tua, dan seluruh warga sekolah,” tegasnya.

Menurut Linda, pendidikan yang berkualitas perlu memberikan ruang bagi setiap anak untuk mengenali kemampuan dan mengembangkan bakatnya. Karena itu, sekolah berupaya menghadirkan lingkungan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga mendukung perkembangan keterampilan dan karakter peserta didik.

Ia meyakini setiap siswa memiliki keunggulan masing-masing. Dengan pendampingan yang tepat, potensi tersebut dapat berkembang menjadi kemampuan yang memberikan manfaat bagi masa depan anak.

“Kami meyakini bahwa setiap anak memiliki potensi yang luar biasa. Tugas sekolah adalah menemukan, mengembangkan, dan mendampingi potensi tersebut agar tumbuh menjadi prestasi,” ujarnya.

Linda juga menyoroti pentingnya peran tenaga pendidik dalam menciptakan budaya berprestasi di lingkungan sekolah. Guru diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga mampu menjadi contoh dalam membangun semangat belajar, disiplin, dan kemauan untuk terus berkembang.

“Guru pun harus terus bertumbuh, menjadi teladan, dan menunjukkan bahwa semangat belajar serta berprestasi tidak pernah berhenti,” tambahnya.

Keberhasilan 37 siswa dalam PDM CUP V 2026 sekaligus memperlihatkan pentingnya kerja sama antara sekolah, pelatih, dan keluarga. Pembinaan atlet usia dini membutuhkan pendampingan berkelanjutan agar kemampuan teknis maupun kesiapan mental peserta didik dapat berkembang secara seimbang.

Dukungan orang tua juga memiliki peran penting dalam perjalanan prestasi anak. Selain memberikan motivasi, keterlibatan keluarga dapat membantu siswa membangun rasa percaya diri ketika menghadapi tantangan selama proses latihan maupun pertandingan.

Linda pun menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjuangan para atlet muda hingga mampu mengharumkan nama sekolah.

“Terima kasih kepada seluruh siswa yang telah berjuang, para guru dan pelatih yang telah mendampingi, orang tua yang selalu memberikan dukungan, serta semua pihak yang telah menjadi bagian dari pencapaian ini,” tuturnya.

Capaian tersebut diharapkan menjadi pemantik semangat bagi siswa lainnya untuk berani mencoba berbagai kegiatan positif sesuai minat dan kemampuan masing-masing. Prestasi olahraga juga dapat menjadi bagian dari upaya membangun generasi muda Kutai Timur yang tangguh, disiplin, dan memiliki daya saing.

Bagi SD Muhammadiyah Sangatta Utara, keberhasilan pada PDM CUP V 2026 menjadi momentum untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan peserta didik. Pengembangan potensi anak diharapkan terus berjalan melalui sinergi antara pendidikan akademik, kegiatan ekstrakurikuler, dan pembentukan karakter.

Dengan raihan 40 medali dari 37 siswa, SD Muhammadiyah Sangatta Utara kembali menunjukkan bahwa prestasi besar dapat tumbuh melalui pembinaan sejak usia dini. Keberhasilan tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan sekolah, tetapi juga membawa harapan bagi lahirnya lebih banyak atlet pencak silat berprestasi dari Kabupaten Kutai Timur pada masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *