Ads
Ads

Aji Fahriza Perkuat Regenerasi Atlet Panjat Tebing Kutim, Siapkan Pembinaan Gratis hingga Fasilitas Berstandar Nasional

SANGATTA – Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kutai Timur (Kutim), Aji Fahriza Hakim, terus mendorong penguatan pembinaan atlet usia dini sebagai langkah strategis mencetak generasi pemanjat tebing berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyediaan fasilitas latihan, peningkatan kualitas pelatih, hingga program pembinaan gratis bagi anak-anak yang memiliki minat dan bakat dalam olahraga panjat tebing.

Aji Fahriza menegaskan, keberhasilan pembinaan olahraga tidak cukup hanya mengandalkan penyelenggaraan kejuaraan. Dibutuhkan proses latihan berkelanjutan agar Kutim mampu melahirkan atlet potensial dari daerah sendiri.

Hal tersebut disampaikannya di sela penyelenggaraan National Climbing Series III Bupati Kutai Timur Cup V 2026 yang berlangsung di Lapangan Panjat Tebing Bukit Pelangi, Sangatta, Sabtu (10/10/2026).

Menurut Aji, tingginya ketertarikan anak-anak terhadap olahraga panjat tebing menjadi peluang besar untuk memperluas pembinaan sekaligus memperkuat regenerasi atlet di Kutim.

Saat ini, FPTI Kutim telah membina sekitar 60 hingga 70 atlet dari berbagai kelompok usia, mulai kategori Under 11 (U11), Under 13 (U13), hingga Under 15 (U15).

Para atlet mendapatkan pendampingan melalui program latihan yang disesuaikan dengan kemampuan dan tahapan perkembangan masing-masing.

Aji mengungkapkan, salah satu kebijakan yang diterapkan FPTI Kutim adalah memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengikuti latihan tanpa dipungut biaya.

“Kami pun memang salah satunya menggratiskan. Tidak ada biaya apapun jika anak-anak ingin latihan,” jelas Aji.

Melalui kebijakan tersebut, FPTI Kutim berupaya memperluas kesempatan bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan tanpa terkendala persoalan biaya.

Aji menilai pembinaan sejak usia dini menjadi fondasi penting dalam membentuk atlet yang memiliki kemampuan teknik, kekuatan fisik, serta mental bertanding yang baik.

Selain memperluas akses latihan, FPTI Kutim juga berupaya meningkatkan kualitas pendampingan melalui keberadaan pelatih yang telah memiliki sertifikasi kepelatihan.

“Pelatih kita sudah bersertifikat, sudah ada beberapa yang sudah bersertifikat,” katanya.

Saat ini, terdapat tiga klub panjat tebing aktif di Kutim. Aji berharap jumlah tersebut dapat terus bertambah seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga panjat tebing.

Penguatan pembinaan tersebut juga didukung pengembangan sarana pertandingan di kawasan Bukit Pelangi.

Aji menjelaskan, fasilitas panjat tebing Kutim telah memenuhi kebutuhan penyelenggaraan kompetisi nasional. Bahkan, keberadaan dinding boulder baru menjadi salah satu peningkatan sarana yang mendapat perhatian dari Pengurus Pusat FPTI.

Menurutnya, fasilitas yang tersedia memiliki peluang dikembangkan untuk mendukung pelaksanaan pertandingan tingkat internasional apabila dilakukan peningkatan lebih lanjut.

“Kalau mau ditingkatkan lebih lanjut ini bahkan bisa ke tahap internasional levelnya,” ungkapnya.

Kesiapan sarana tersebut turut mendukung penyelenggaraan National Climbing Series III Bupati Kutim Cup V 2026 yang diikuti 222 atlet dari 44 klub dan perwakilan di 11 provinsi.

Kejuaraan yang berlangsung pada 9–14 Oktober 2026 itu menjadi seri penutup National Climbing Series tahun ini, setelah sebelumnya dilaksanakan di Tangerang dan Manado.

Aji menjelaskan, persiapan penyelenggaraan kompetisi telah dilakukan sejak setahun sebelumnya karena kegiatan tersebut masuk dalam agenda tahunan kompetisi nasional FPTI.

“Kalau persiapan, alhamdulillah karena ini agenda tahunan, itu sudah setahun lalu sudah dipersiapkan,” ujarnya.

Menurutnya, persiapan sejak jauh hari diperlukan untuk memastikan kesiapan berbagai kebutuhan pertandingan, termasuk fasilitas serta dukungan teknis penyelenggaraan.

Kepercayaan menjadi tuan rumah kompetisi nasional juga memberikan kesempatan bagi atlet-atlet muda Kutim untuk memperoleh pengalaman bertanding bersama peserta dari berbagai daerah.

Terlebih, kejuaraan tersebut turut menghadirkan atlet nasional, di antaranya Ardana Cikal Damarwulan yang meraih medali emas nomor boulder SEA Games 2025.

Kehadiran atlet berprestasi diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para pemanjat muda Kutim untuk meningkatkan kemampuan dan membangun semangat kompetitif.

Bagi Aji, penyelenggaraan kejuaraan nasional menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem olahraga panjat tebing di Kutim, mulai dari ketersediaan fasilitas, kualitas pelatih, hingga kesinambungan regenerasi atlet.

Dengan pembinaan yang terus berjalan, FPTI Kutim berharap semakin banyak atlet lokal mendapatkan kesempatan berkembang dan mampu menunjukkan prestasi pada berbagai tingkatan kompetisi.

Momentum National Climbing Series III 2026 sekaligus menjadi kesempatan bagi Kutim untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah penyelenggara kompetisi panjat tebing nasional, sekaligus menyiapkan generasi atlet daerah yang lebih kompetitif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *