Ads
Ads

Cegah Kekerasan di Lingkungan Pendidikan, DP3A Kukar Bidik Seluruh Sekolah Miliki Satgas

KUKAR – Upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman bagi anak mulai diperkuat Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kukar tengah menyiapkan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Perlindungan Anak yang akan diterapkan di sekolah-sekolah.

Program ini diarahkan untuk memperkuat pengawasan sekaligus membangun sistem penanganan awal apabila terjadi kekerasan terhadap anak di lingkungan pendidikan.

Kepala DP3A Kukar, H. Syafliansah, S.H., M.H., mengatakan sekolah memiliki posisi strategis dalam upaya perlindungan anak. Sebab, sebagian besar aktivitas anak berlangsung di lingkungan pendidikan sehingga diperlukan keterlibatan langsung pihak sekolah.

Menurutnya, keberadaan Satgas Perlindungan Anak nantinya diharapkan tidak hanya menjadi struktur formal, tetapi juga memiliki fungsi nyata dalam mendeteksi, menerima informasi, serta membantu penanganan awal kasus kekerasan.

“Makanya perlu peran sekolah. Kita juga sedang mempersiapkan agar ada satgas perlindungan anak di sekolah,” ungkap Syafliansah.

DP3A Kukar menargetkan pembentukan satgas tersebut dapat menjangkau seluruh sekolah. Untuk merealisasikannya, diperlukan koordinasi dengan pihak pendidikan serta kesiapan masing-masing satuan pendidikan.

Kepala sekolah dan komite sekolah juga direncanakan terlibat dalam mekanisme perlindungan tersebut. Mereka diharapkan menjadi bagian dari jaringan pengawasan sekaligus pihak yang dapat segera merespons apabila muncul persoalan yang menyangkut keselamatan siswa.

Syafliansah menilai, kecepatan memperoleh informasi menjadi salah satu hal penting dalam penanganan kasus. Sekolah diharapkan mampu melakukan identifikasi awal dan menyiapkan data sebelum berkoordinasi dengan instansi yang berwenang.

Selain pembentukan satgas, DP3A Kukar tetap menjalankan sosialisasi dan pembinaan untuk meningkatkan pemahaman mengenai perlindungan anak.

Ia menegaskan, upaya tersebut membutuhkan keterlibatan banyak pihak karena pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri menjangkau seluruh lingkungan pendidikan.

Dengan rencana tersebut, DP3A Kukar berharap sekolah tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar, tetapi juga menjadi ruang yang memberikan perlindungan dan rasa aman bagi setiap anak. (ADV/ Diskominfo Kukar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *