Ads

Sirnas C Perdana Dibuka Bupati, Daniel Dorong Kutim Jadi Lumbung Atlet Bulutangkis

Kutim – GOR Kudungga, Sangatta, dipenuhi semangat kompetisi saat Kejuaraan Bulutangkis Sirkuit Nasional (Sirnas) C Kutai Timur Open 2026 resmi dibuka oleh Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman, Senin (11/5/2026). Untuk pertama kalinya, Kabupaten Kutai Timur dipercaya menjadi tuan rumah ajang nasional bulu tangkis, menandai langkah besar daerah dalam memperkuat pembinaan olahraga prestasi.

Riuh sorak para atlet, pelatih, dan pendamping dari berbagai daerah menjadi simbol dimulainya persaingan sehat yang diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit unggul baru. Tidak sekadar menjadi turnamen perebutan gelar, Sirnas C juga dipandang sebagai momentum penting memperkuat ekosistem olahraga bulu tangkis di Kutai Timur.

Sebanyak 504 atlet dari 46 klub yang mewakili 15 provinsi ambil bagian dalam kejuaraan yang berlangsung sejak [11 Mei 2026] hingga [16 Mei 2026]. Para peserta akan bersaing di berbagai kategori usia, mulai kelompok pemula hingga taruna. Selain menjadi arena adu kemampuan, kejuaraan ini juga menjadi ajang pengumpulan poin menuju jenjang Sirkuit Nasional tingkat berikutnya.

Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman dalam sambutannya mengaku bangga atas terselenggaranya Sirnas C di Sangatta. Menurutnya, kepercayaan sebagai tuan rumah menjadi bukti bahwa Kutai Timur memiliki kesiapan menyelenggarakan event olahraga nasional. Ia optimistis keberhasilan penyelenggaraan ini akan membuka peluang menghadirkan kejuaraan dengan level lebih tinggi di masa depan.

“Ini menjadi kebanggaan kita bersama. Setelah Sirnas C ini, mudah-mudahan Kutai Timur mampu melaksanakan Sirnas yang lebih tinggi lagi. Kami ingin olahraga di daerah terus berkembang dan melahirkan atlet-atlet berprestasi,” ujarnya.

Ardiansyah juga menyoroti perkembangan olahraga di Kutai Timur yang dinilai menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Selain bulu tangkis, sejumlah cabang olahraga seperti voli dan panjat tebing telah memberikan prestasi membanggakan hingga tingkat nasional. Ia menegaskan olahraga tidak hanya berdampak pada lahirnya prestasi, tetapi juga mendorong tumbuhnya sektor ekonomi kreatif, pariwisata, hingga aktivitas usaha masyarakat lokal.

Ketua PBSI Kutai Timur Daniel Politius Sebayang

Ketua PBSI Kutai Timur Daniel Politius Sebayang menyebut Sirnas C menjadi peluang besar bagi atlet muda daerah untuk meningkatkan kualitas bertanding dan menambah pengalaman kompetitif. Menurutnya, keberadaan turnamen nasional di Sangatta membuka ruang lebih luas bagi atlet Kutim agar mampu bersaing dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

“Kejuaraan ini bukan hanya tentang menang atau kalah, tetapi bagaimana kita memberikan ruang pembinaan terbaik bagi anak-anak daerah untuk berkembang. Kami ingin Kutai Timur dikenal sebagai daerah yang serius membangun prestasi bulu tangkis,” kata Daniel Politius Sebayang.

Ia menambahkan, tingginya minat masyarakat terhadap olahraga bulu tangkis menjadi energi positif bagi PBSI Kutai Timur dalam memperkuat pembinaan atlet usia dini. Bahkan, antusiasme orang tua untuk memasukkan anak ke klub bulu tangkis terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi itu dinilai menjadi modal penting dalam menciptakan regenerasi atlet yang berkelanjutan.

Selain membawa atmosfer kompetisi nasional, penyelenggaraan Sirnas C juga diperkirakan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Kehadiran ratusan peserta dari luar daerah dinilai mampu menggerakkan sektor penginapan, kuliner, hingga transportasi di Sangatta selama pelaksanaan turnamen.

Di tengah persaingan yang berlangsung, nilai sportivitas tetap menjadi pesan utama yang disampaikan panitia dan pemerintah daerah. Sirnas C Kutai Timur Open 2026 diharapkan menjadi lebih dari sekadar pertandingan, melainkan panggung pembuktian bahwa daerah mampu melahirkan atlet berprestasi sekaligus menjadi tuan rumah event olahraga nasional yang berkualitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *