Samarinda – Demokrasi diibaratkan seperti jembatan yang kokoh bila ditopang bersama. Semangat itu tampak dalam kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah (PDD) ke-4 yang digelar anggota DPRD Kalimantan Timur, Prof Jahidin, di Jalan Gerilya RT 101, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda, Minggu (10/5/2026). Kegiatan ini menjadi ruang edukasi politik sekaligus sarana mempererat komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat.
Prof Jahidin yang juga merupakan politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) hadir langsung menyapa warga dalam agenda tersebut. Turut dihadirkan sebagai narasumber yakni Andi M. Abdi, M.I.Kom dan tokoh pemuda Kalimantan Timur, Irwansyah, S.Pd., S.H. Kegiatan berlangsung dengan diskusi interaktif yang membahas pentingnya penguatan demokrasi di tingkat daerah, khususnya melalui partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan dan pengawasan kebijakan publik.
Dalam pemaparannya, Prof Jahidin menekankan bahwa demokrasi tidak berhenti pada proses pemilihan umum, tetapi harus terus dijaga melalui keterlibatan masyarakat dalam kehidupan sosial dan pemerintahan. Menurutnya, warga memiliki posisi penting dalam mengawal pembangunan daerah agar tetap berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Demokrasi daerah harus terus diperkuat dengan keterlibatan masyarakat. Aspirasi warga menjadi pondasi penting dalam menentukan arah pembangunan yang berpihak kepada kepentingan publik,” ujar Prof Jahidin.
Ia menambahkan, kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah ini juga menjadi wadah menyerap berbagai masukan dari masyarakat terkait isu pelayanan publik, pembangunan lingkungan, hingga pemberdayaan generasi muda. Menurutnya, keterbukaan dialog menjadi salah satu cara menjaga hubungan yang sehat antara pemerintah dan masyarakat.
Narasumber Andi M. Abdi, M.I.Kom dalam paparannya menjelaskan bahwa komunikasi politik yang baik menjadi elemen penting dalam memperkuat demokrasi lokal. Ia menyebut, masyarakat perlu memiliki pemahaman terhadap proses kebijakan agar dapat berpartisipasi secara aktif dan kritis.
“Demokrasi yang sehat lahir dari masyarakat yang sadar akan hak dan kewajibannya. Karena itu, edukasi politik dan ruang dialog seperti ini sangat penting,” katanya.
Sementara itu, tokoh pemuda Kalimantan Timur, Irwansyah, S.Pd., S.H., menilai generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan demokrasi daerah. Menurutnya, pemuda tidak hanya menjadi penonton, tetapi harus ikut berkontribusi dalam menyampaikan gagasan dan mengawal kebijakan publik.
“Anak muda harus menjadi bagian dari solusi pembangunan daerah. Demokrasi membutuhkan energi baru dan partisipasi aktif dari generasi muda,” ujar Irwansyah.
Melalui kegiatan ini, Prof Jahidin berharap masyarakat semakin memahami pentingnya demokrasi daerah yang inklusif dan partisipatif. Selain menjadi sarana edukasi politik, agenda tersebut juga diharapkan memperkuat sinergi antara masyarakat dan DPRD dalam membangun Kalimantan Timur yang lebih maju. (ADV).


