SANGATTA – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi, mengajak seluruh masyarakat memberikan dukungan penuh kepada Persikutim yang akan berlaga dalam kompetisi Liga Nusantara 2026. Dukungan suporter dinilai menjadi modal penting bagi tim kebanggaan daerah untuk meraih prestasi, terlebih Stadion Kudungga Sangatta dipercaya menjadi lokasi tujuh pertandingan kandang.
Mahyunadi menilai kesempatan menjadi tuan rumah kompetisi sepak bola nasional merupakan momentum strategis bagi Kutai Timur untuk menunjukkan perkembangan olahraga daerah sekaligus memperkenalkan potensi daerah ke tingkat nasional.
Menurutnya, Persikutim harus mampu memanfaatkan keuntungan bermain di kandang sendiri dengan menunjukkan performa terbaik, menjaga kekompakan tim, serta menjunjung tinggi sportivitas sepanjang kompetisi.
Ia optimistis Persikutim memiliki peluang untuk bersaing dengan klub-klub lain yang tergabung dalam Liga Nusantara 2026.
Dukungan masyarakat, lanjutnya, menjadi salah satu faktor penting dalam membangun motivasi dan kepercayaan diri pemain ketika menghadapi pertandingan.
Karena itu, Mahyunadi berharap masyarakat Kutai Timur, khususnya pencinta sepak bola, dapat hadir langsung di Stadion Kudungga untuk memberikan semangat kepada para pemain.
Selain menjadi ajang kompetisi, keikutsertaan Persikutim dalam Liga Nusantara juga diharapkan mampu membangkitkan antusiasme masyarakat terhadap pembinaan sepak bola daerah.
Mahyunadi menginginkan momentum tersebut dapat mendorong munculnya bibit-bibit atlet sepak bola potensial yang kelak mampu mengharumkan nama Kutai Timur di berbagai tingkatan kompetisi.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim, Basuki Isnawan, memastikan Stadion Kudungga telah siap digunakan untuk menyelenggarakan pertandingan Liga Nusantara 2026 tanpa memerlukan pembenahan khusus.
Basuki menjelaskan, kesiapan stadion telah ditinjau langsung oleh pihak Badan Liga. Hasil peninjauan menunjukkan fasilitas utama maupun pendukung pertandingan berada dalam kondisi baik.
“Alhamdulillah tidak ada pembenahan yang dilakukan karena Badan Liga begitu sampai ke sini melihat kita betul-betul prepare,” ujar Basuki.
Menurutnya, sejumlah fasilitas seperti lapangan pertandingan, ruang ganti pemain, ruang wasit, area parkir, hingga tribun penonton telah dipersiapkan untuk mendukung kelancaran kompetisi.
“Lapangan kita betul-betul siap, parkir begitu bagus, ruang ganti. Tadi bisa kalian lihat bagaimana ruang ganti kita, tempat wasit juga sudah semua bagus, semua tertata dengan baik. Tribun juga baik sekali,” jelasnya.
Basuki menyebut Stadion Kudungga memiliki kapasitas sekitar 15 ribu hingga 20 ribu penonton. Dengan daya tampung tersebut, pihaknya optimistis stadion mampu mengakomodasi antusiasme masyarakat yang ingin menyaksikan pertandingan secara langsung.
“Insyaallah enggak ada kendala, 20.000 penonton bisa ketampung di sini,” katanya.
Tidak hanya untuk Liga Nusantara, Basuki juga menilai kondisi infrastruktur Stadion Kudungga memiliki potensi untuk digunakan dalam penyelenggaraan kompetisi sepak bola dengan tingkatan lebih tinggi.
“Jadi memang dikatakan sebenarnya Kutim ini layak untuk bisa di Liga 2 bahkan Liga 1 gitu kan,” tuturnya.
Meski demikian, penggunaan stadion untuk kompetisi dengan level lebih tinggi tetap harus memenuhi ketentuan dan standar yang ditetapkan penyelenggara liga.
Dalam pelaksanaan Liga Nusantara 2026, Persikutim dijadwalkan menjalani 14 pertandingan menggunakan sistem home and away. Sebanyak tujuh pertandingan akan berlangsung di Stadion Kudungga, sementara tujuh laga lainnya digelar di kandang tim lawan.
Persikutim tergabung dalam Grup C bersama sejumlah klub, antara lain Persekap Pasuruan, Pasuruan United, Persipani Paniai, Perseden Denpasar, dan PS Ngada.
Pertandingan kandang Persikutim dijadwalkan mulai berlangsung pada akhir Oktober 2026.
Basuki berharap kesempatan menjadi tuan rumah tidak hanya memberikan keuntungan bagi Persikutim, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan Kutai Timur sebagai daerah yang memiliki fasilitas olahraga memadai untuk menyelenggarakan kompetisi nasional.
“Mudah-mudahan inilah salah satu cara untuk kita bisa mengangkat Kutim, memperkenalkan Kutim di kancah nasional,” pungkasnya.
Dengan kesiapan infrastruktur Stadion Kudungga serta dukungan pemerintah daerah dan masyarakat, Persikutim diharapkan mampu memanfaatkan kesempatan tampil di kandang sendiri untuk meraih prestasi.
Penyelenggaraan Liga Nusantara 2026 sekaligus menjadi momentum bagi Kutai Timur untuk memperkuat pembinaan sepak bola, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan olahraga, dan memperluas pengenalan daerah melalui kompetisi tingkat nasional. (ADV/Kutim).


