Bontang – Fajar belum sepenuhnya terang, namun semangat kebersamaan telah lebih dulu menyala. Suasana khusyuk dan penuh kehangatan terasa dalam kegiatan Salat Subuh Berjamaah yang dirangkai dengan aksi bersih-bersih masjid bersama Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), Minggu (12/4/2026) di Masjid Baiturrahim, Kelurahan Tanjung Laut Indah.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, bersama Pj Sekretaris Daerah Akhmad Suharto, jajaran kepala OPD, camat dan lurah, pengurus BKPRMI, tokoh masyarakat, serta jamaah setempat. Tausiyah disampaikan oleh Andi Sofyan Hasdam yang memberikan pesan spiritual mendalam kepada para jamaah.
Dalam sambutannya, Neni menegaskan bahwa kegiatan Subuh Berjamaah tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga ruang untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Ia menilai kegiatan ini penting sebagai wadah menyerap aspirasi secara langsung dari warga.
“Melalui kegiatan ini, kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus memakmurkan masjid, tidak hanya pada momen tertentu, tetapi menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan masjid dan lingkungan sekitar sebagai bagian dari penguatan nilai keimanan dan ketakwaan. Menurutnya, kebersihan merupakan cerminan dari kualitas spiritual masyarakat.
Selain itu, Wali Kota menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Bontang tetap berkomitmen menjalankan program prioritas di bidang pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat meskipun menghadapi keterbatasan anggaran. Ia menegaskan bahwa layanan dasar seperti pendidikan gratis, bantuan perlengkapan sekolah, serta dukungan bagi guru tetap menjadi fokus utama.
“Program pendidikan dan kesehatan tetap menjadi prioritas, termasuk bantuan bagi anak disabilitas dan lansia yang terus kami upayakan berjalan optimal,” jelasnya.
Neni juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan, khususnya dalam mengantisipasi potensi banjir akibat perubahan fungsi lahan. Pemerintah telah menyiapkan langkah strategis, termasuk pembangunan folder pengendali banjir di wilayah Tanjung Laut.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, Andi Sofyan Hasdam mengingatkan pentingnya menjaga konsistensi ibadah di tengah kesibukan duniawi. Ia mengisahkan pengalaman sahabat Nabi, Tsa’labah, sebagai refleksi agar umat tidak lalai dalam beribadah ketika memperoleh kelapangan rezeki.
“Pelajaran bagi kita semua, jangan sampai ketika usaha kita tumbuh dan sukses, kita justru menjauh dari masjid,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi kehadiran jamaah, khususnya generasi muda, yang konsisten meramaikan masjid sejak waktu Subuh. Menurutnya, hal tersebut merupakan wujud syukur yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Pada kesempatan itu, Wali Kota turut memberikan bantuan pribadi sebesar Rp5 juta kepada takmir Masjid Baiturrahim serta Rp2 juta kepada BKPRMI sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan dialog bersama warga, yang menjadi sarana bagi pemerintah untuk mendengar langsung berbagai aspirasi masyarakat. Kebersamaan dalam kegiatan ini diharapkan dapat terus terjaga, sebagai bagian dari upaya membangun Bontang yang religius, harmonis, dan sejahtera.


