Kutim – Peran pria dalam program Keluarga Berencana (KB) terus didorong agar tidak berjalan di “jalur sendiri”. Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kutai Timur membuka ruang kolaborasi lebih luas bersama Kelompok KB Pria Bersyukur untuk memperkuat keterlibatan laki-laki dalam program keluarga berencana di daerah.
Penguatan kerja sama itu dibahas dalam audiensi Kelompok KB Pria Bersyukur dengan jajaran DPPKB Kutim di kantor DPPKB pada Selasa (1/9/2026) sore. Pertemuan dipimpin Pelaksana Harian (Plh) Kepala DPPKB Kutim Yuriansyah T, didampingi Sekretaris DPPKB Jumran, Kepala Bidang KB Mustika, serta sejumlah pejabat fungsional. Dari Kelompok KB Pria Bersyukur, audiensi dihadiri Ketua Syahruddin Sidik bersama para kader.
Pertemuan tersebut berfokus pada upaya menyelaraskan kegiatan kelompok dengan agenda dan program DPPKB Kutim. Sinergi dinilai penting agar setiap kegiatan yang berkaitan dengan KB pria dapat berjalan terarah, memiliki dukungan program, dan tidak tumpang tindih dengan agenda pemerintah daerah.
Yuriansyah menyambut positif kedatangan Kelompok KB Pria Bersyukur. Menurutnya, keberadaan kelompok tersebut dapat menjadi mitra strategis DPPKB dalam memperkuat penyampaian informasi maupun edukasi mengenai KB pria kepada masyarakat.
“Harapan-harapan ke depan, kegiatan-kegiatan yang ada kaitannya dengan KB Pria ini bisa berkolaborasi,” ujar pria kelahiran 1971 tersebut.
Ia menegaskan, DPPKB Kutim terbuka untuk membangun kerja sama setiap kali terdapat program yang berhubungan langsung dengan KB pria. Dukungan di lapangan juga dapat diperkuat melalui keberadaan petugas PPLKB yang selama ini bersentuhan langsung dengan masyarakat dan program keluarga berencana.
“Semoga dengan hadirnya Pak Sidik selaku kelompok KB Pria hari ini, ke depan kita akan menjalin kolaborasi yang lebih baik,” tambahnya.
Di sisi lain, Ketua Kelompok KB Pria Bersyukur Syahruddin Sidik menilai koordinasi dengan DPPKB menjadi hal penting sebelum kelompok menjalankan kegiatan. Menurutnya, sinkronisasi diperlukan agar program yang dibuat benar-benar sejalan dengan kebijakan pemerintah daerah dan kebutuhan masyarakat.
“Kalau berbicara masalah program, kita sesuaikan dengan momen. Inti dari pertemuan ini adalah mengkolaborasikan. Jadi kelompok KB Pria ini tidak boleh bikin kegiatan tanpa kompromasi dengan DPPKB, supaya ada sinkronisasi,” jelas Syahruddin.
Ia menekankan bahwa dukungan yang diharapkan kelompoknya dari DPPKB bukan berbentuk bantuan keuangan. Kelompok KB Pria Bersyukur lebih membutuhkan penyelarasan program sehingga kegiatan yang mereka jalankan dapat terhubung dengan agenda resmi DPPKB Kutim.
“Yang diinginkan oleh kelompok KB Pria adalah bagaimana DPPKB memberikan kontribusi program ke kelompok KB Pria. Contoh, nanti ada kegiatan, disesuaikan dengan program yang ada. Ini bukan kontribusi material atau rupiah,” tegasnya.
Kelompok KB Pria Bersyukur sendiri telah memiliki perjalanan cukup panjang dalam mendorong keterlibatan laki-laki pada program keluarga berencana di Kutai Timur. Berdasarkan Surat Keputusan yang diterbitkan, kelompok tersebut tercatat memiliki 13 anggota dan bermarkas di Kelurahan Teluk Lingga, Kecamatan Sangatta Utara.
Kelompok itu dibentuk pada 2013 dan selama lebih dari satu dekade terlibat dalam sosialisasi KB pria, termasuk memperkenalkan vasektomi sebagai salah satu metode kontrasepsi bagi laki-laki. Kehadiran kelompok tersebut turut menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya tanggung jawab bersama antara suami dan istri dalam perencanaan keluarga.
Syahruddin juga dikenal sebagai salah satu motivator KB pria di Kutai Timur. Dalam berbagai kesempatan, ia dilibatkan DPPKB untuk membantu kegiatan sosialisasi kepada masyarakat, terutama dalam memberikan pemahaman mengenai pilihan kontrasepsi pria dan pentingnya partisipasi laki-laki dalam program KB.
Kolaborasi antara DPPKB dan Kelompok KB Pria Bersyukur diharapkan mampu memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat. Pelibatan kelompok masyarakat dinilai dapat mempermudah komunikasi karena pendekatan dilakukan melalui figur dan kader yang telah memiliki pengalaman serta kedekatan dengan warga.
Penguatan program KB pria juga menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman bahwa keberhasilan keluarga berencana bukan semata-mata tanggung jawab perempuan. Keterlibatan pria diperlukan dalam pengambilan keputusan keluarga, pemilihan metode kontrasepsi, hingga pendampingan terhadap pasangan.
Dengan sinkronisasi program yang lebih baik, DPPKB Kutim dan Kelompok KB Pria Bersyukur diharapkan dapat menyusun kegiatan yang saling mendukung, tepat sasaran, serta sesuai kebutuhan masyarakat. Kerja sama itu sekaligus membuka peluang semakin kuatnya partisipasi pria dalam program keluarga berencana di Kabupaten Kutai Timur.



