Kutim – Ruang Meranti Kantor Bupati Kutai Timur dipenuhi suasana khidmat ketika ratusan calon aparatur sipil negara menapaki garis akhir pelatihan dasar mereka. Bagi para peserta, momen itu bukan sekadar seremoni penutupan, melainkan gerbang menuju tanggung jawab besar sebagai pelayan masyarakat di tanah Tuah Bumi Untung Banua.
Pemerintah Kabupaten Kutai Timur resmi menutup sekaligus melepas peserta Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Angkatan 116, 117, dan 118 Tahun 2026 pada Rabu (13/5/2026) di Ruang Meranti Kantor Bupati Kutim, Sangatta. Penutupan dilakukan langsung oleh Bupati Kutai Timur, , didampingi Kepala BPSDM Provinsi Kalimantan Timur, , serta Kepala BKPSDM Kutim, . Hadir pula unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, widyaiswara, dan seluruh peserta pelatihan.
Kepala BKPSDM Kutai Timur, Misliansyah, menjelaskan bahwa peserta yang menyelesaikan Latsar merupakan formasi CPNS tahun 2024 yang dinyatakan lulus pada 2025 dan baru dapat mengikuti tahapan pelatihan pada 2026. Pelaksanaan Latsar menjadi syarat mutlak sebelum status mereka dapat ditingkatkan menjadi pegawai negeri sipil secara penuh.
“Ini adalah salah satu persyaratan untuk mengangkat mereka sebagai pegawai negeri sipil. Dari total 214 CPNS, ada tiga angkatan yang dilaksanakan di BPSD Provinsi dan dua angkatan lainnya masih dalam proses pembelajaran,” ujar Misliansyah usai kegiatan.
Ia menerangkan, sebanyak 128 peserta dari tiga angkatan yang dilaksanakan di BPSDM Provinsi Kalimantan Timur telah menyelesaikan pelatihan dan dinyatakan lulus seluruhnya. Sementara sekitar 85 peserta dari dua angkatan lainnya masih menjalani tahapan pembelajaran dan diperkirakan selesai pada Juni mendatang.
“Kesempatan mengikuti Latsar hanya satu kali sesuai ketentuan undang-undang. Jika tidak lulus, maka tidak bisa diangkat menjadi PNS. Alhamdulillah seluruh peserta angkatan ini berhasil lulus,” katanya.
Pelatihan yang berlangsung sejak [9 Februari 2026] hingga [13 Mei 2026] tersebut dirancang untuk membentuk karakter dasar aparatur negara. Peserta memperoleh pembekalan mengenai nilai-nilai ASN BerAKHLAK, etika pemerintahan, wawasan kebangsaan, sistem penyelenggaraan pemerintahan daerah, hingga aktualisasi inovasi di unit kerja masing-masing.
Kepala BPSDM Provinsi Kalimantan Timur, Nina Dewi, menekankan bahwa Latsar bukan sekadar formalitas administratif, melainkan fondasi penting dalam membangun integritas dan kompetensi aparatur muda di daerah.
“Mengikuti pelatihan dasar merupakan tahap final yang wajib ditempuh dalam proses pengangkatan calon ASN. Ini bukan sekadar formalitas, tetapi modal awal membangun karakter, integritas, dan kompetensi sebagai abdi negara,” ujar Nina Dewi dalam sambutannya.
Ia juga mengingatkan bahwa tantangan pembangunan di Kutai Timur membutuhkan aparatur yang adaptif, inovatif, dan memiliki semangat melayani masyarakat. Menurutnya, ASN generasi baru diharapkan mampu menghadirkan ide kreatif sekaligus menjaga keberlanjutan program pelayanan publik.
Selain itu, hasil aktualisasi yang disusun peserta selama pelatihan akan terus dipantau oleh pihak penyelenggara. Evaluasi berkelanjutan akan dilakukan guna memastikan inovasi yang dihasilkan tidak berhenti pada tataran administrasi, tetapi memberi dampak nyata bagi organisasi maupun masyarakat.
Usai dinyatakan lulus, seluruh peserta kini tinggal menunggu proses administrasi pengangkatan sebagai PNS definitif. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur akan mengirimkan kelengkapan berkas ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk memperoleh persetujuan teknis sebelum Surat Keputusan pengangkatan diterbitkan oleh bupati.
Dengan berakhirnya Latsar ini, Pemkab Kutai Timur berharap lahir aparatur sipil negara yang tidak hanya cakap secara administratif, tetapi juga memiliki integritas, jiwa pelayanan, dan komitmen kuat membangun daerah.
Key-phrase: Penutupan Latsar CPNS Kutai Timur 2026
Meta Deskripsi: Pemkab Kutim menutup Latsar 128 CPNS 2026 sebagai syarat wajib pengangkatan menjadi PNS definitif.
Tags: CPNS Kutim,Latsar CPNS,BKPSDM Kutai Timur,ASN Kalimantan Timur,Pemerintah Kutim,



