Ads
Ads

TMMD ke-130 di Kukar Bangun Jalan Tani 2,1 Kilometer

#Daerah – Selasa (13/10/2026) – 22:34

Pemkab Kukar bersama TNI mempercepat akses pertanian dan fasilitas dasar warga melalui TMMD ke-130 di Jembayan Tengah.

Kukar – Jalan menuju peningkatan kesejahteraan petani terus dibuka melalui pembangunan infrastruktur perdesaan. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) memperkuat akses pertanian melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0906/Kukar dengan sasaran utama pembangunan jalan usaha tani sepanjang 2.163 meter di Desa Jembayan Tengah, Kecamatan Loa Kulu.

Program kolaborasi pemerintah daerah dan TNI tersebut resmi dimulai melalui upacara pembukaan yang berlangsung di Lapangan Bola Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, Selasa (13/10/2026). Pembangunan jalan pertanian itu diproyeksikan memberikan manfaat bagi sekitar 100 hektare lahan produktif, sekaligus mendukung kelancaran aktivitas petani dalam mengembangkan usaha pertanian mereka.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menegaskan bahwa TMMD merupakan bentuk kerja sama strategis antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan berbagai pihak dalam mempercepat pemerataan pembangunan, khususnya di kawasan perdesaan yang membutuhkan peningkatan sarana dan prasarana.

“Ini merupakan kegiatan yang terus berkesinambungan. Kita berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus dikembangkan agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Aulia, keberadaan jalan usaha tani memiliki peranan penting dalam memperlancar mobilitas petani, termasuk mendukung pengangkutan hasil pertanian. Infrastruktur yang lebih memadai diharapkan mampu mendorong peningkatan produktivitas sekaligus menciptakan efisiensi biaya operasional pertanian.

“Sekitar 100 hektare lahan akan terbantu dengan adanya kegiatan ini. Selain meningkatkan produktivitas, kita juga berharap biaya produksi bisa ditekan sehingga nilai tukar petani dan kesejahteraan mereka semakin meningkat,” kata dia.

Aulia menjelaskan, manfaat TMMD tidak terbatas pada pembangunan fisik. Program tersebut juga menghadirkan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat, mulai dari penyuluhan hingga pelayanan kesehatan secara langsung. Salah satu layanan yang diberikan berupa pengobatan gratis bagi warga di wilayah sasaran.

Pemkab Kukar menyambut positif pelaksanaan program terpadu tersebut dan berharap kerja sama dengan TNI terus dikembangkan. Bahkan, pemerintah daerah mendorong agar kegiatan serupa dapat diselenggarakan beberapa kali dalam setahun guna memperluas jangkauan pembangunan di berbagai desa.

“Kita ingin melalui sinergitas ini, pembangunan di Kukar bisa semakin cepat dan memberikan manfaat yang seluas-luasnya bagi masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 0906/Kukar Letkol Arm Benny Budiman menerangkan bahwa TMMD ke-130 dirancang sebagai kegiatan lintas sektoral yang menggabungkan pembangunan infrastruktur dengan pelayanan sosial. Program ini diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mempercepat pembangunan kawasan perdesaan.

Selain peningkatan jalan usaha tani sepanjang 2.163 meter menggunakan agregat lokal, sejumlah pekerjaan fisik lainnya turut menjadi sasaran. Di antaranya pembangunan lima unit mandi, cuci, kakus (MCK), perbaikan lima rumah tidak layak huni (RTLH), serta renovasi satu musala.

Pekerjaan tambahan meliputi pembangunan gorong-gorong, lima jembatan kayu, dan penyediaan lima titik sumur bor. Khusus sumur bor, fasilitas tersebut diharapkan membantu pemenuhan kebutuhan air masyarakat sekaligus mendukung pengairan lahan pertanian.

Benny mengungkapkan, penetapan Desa Jembayan Tengah sebagai lokasi pelaksanaan TMMD didasarkan pada aspirasi pembangunan yang sebelumnya disampaikan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) pada 2025.

Pertimbangan lainnya mencakup kebutuhan infrastruktur desa, potensi pengembangan sektor pertanian, serta letak wilayah yang memiliki keterhubungan dengan kawasan sekitarnya, termasuk Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Jembayan Tengah memiliki potensi pertanian yang perlu didukung dengan infrastruktur memadai. Karena itu, salah satu sasaran yang kami kerjakan adalah jalan usaha tani, ditambah lima titik sumur bor untuk membantu kebutuhan pengairan sawah,” jelasnya.

Untuk merealisasikan seluruh sasaran tersebut, sebanyak 150 prajurit TNI dari berbagai satuan diterjunkan. Personel yang terlibat tidak hanya berasal dari jajaran TNI Angkatan Darat, tetapi juga mencakup unsur TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara yang didatangkan dari Balikpapan.

Di samping pekerjaan infrastruktur, kegiatan nonfisik disiapkan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat. Program tersebut meliputi penyuluhan kesehatan, penguatan wawasan kebangsaan, pencegahan radikalisme, edukasi pencegahan stunting, serta sosialisasi keluarga berencana.

Pelaksanaan TMMD juga dilengkapi pelayanan pengobatan gratis secara massal dan penyaluran santunan bagi anak yatim. Rangkaian kegiatan ini diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan warga.

Benny memastikan seluruh kegiatan telah disusun dalam jadwal pelaksanaan selama satu bulan, terhitung sejak 13 Oktober hingga 11 November 2026. Seluruh pekerjaan fisik maupun kegiatan sosial ditargetkan rampung sesuai waktu yang ditetapkan.

“Seluruh sasaran fisik maupun nonfisik yang sudah direncanakan akan kami laksanakan selama satu bulan ke depan, dengan target penyelesaian pada 11 November 2026,” pungkasnya.

Melalui TMMD ke-130, sinergi Pemkab Kukar dan TNI diharapkan mampu menghadirkan infrastruktur pertanian yang lebih baik, memperlancar kegiatan ekonomi masyarakat desa, serta membuka peluang peningkatan kesejahteraan petani. Pembangunan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke wilayah perdesaan di Kutai Kartanegara. (Adv/Diskominfo/Kukar/Ndy).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *