SANGATTA – Dedikasi panjang ratusan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mendapat penghormatan melalui penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalencana Karyasatya. Sebanyak 512 pegawai negeri sipil (PNS) tercatat sebagai penerima penghargaan atas pengabdian mereka dalam menjalankan roda pemerintahan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Penganugerahan yang digelar di Gedung Serbaguna Bukit Pelangi, Sangatta, Kamis (8/10/2026), menjadi salah satu agenda dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Kutai Timur. Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Wakil Bupati Mahyunadi, Ketua DPRD Kutim Jimmy, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta jajaran pejabat pemerintah daerah.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kutim, Misliansyah, menjelaskan bahwa penghargaan untuk periode 2025–2026 diberikan berdasarkan lamanya masa pengabdian masing-masing pegawai.
Dari total 512 penerima, sebanyak 53 PNS memperoleh Satyalencana Karyasatya XXX Tahun atas masa pengabdian 30 tahun. Kemudian, 113 PNS menerima penghargaan XX Tahun untuk pengabdian 20 tahun, sedangkan 346 PNS mendapatkan penghargaan X Tahun setelah menjalani masa kerja selama 10 tahun.
Meski demikian, tidak seluruh penerima dapat mengikuti prosesi penyematan penghargaan secara langsung. Tercatat 37 pegawai berhalangan hadir dengan berbagai kondisi, meliputi 22 orang yang telah memasuki masa pensiun, tiga orang meninggal dunia, dan 12 orang mengalami perubahan status kepegawaian.
Misliansyah menyampaikan bahwa penganugerahan Satyalencana Karyasatya merupakan wujud pengakuan pemerintah terhadap perjalanan karier dan kontribusi aparatur dalam mendukung pembangunan daerah.
“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas perjalanan pengabdian para ASN. Semoga dapat menjadi motivasi untuk terus menjaga profesionalisme, meningkatkan kompetensi, serta memberikan kontribusi terbaik sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing,” ujarnya.
Menurutnya, penghargaan tersebut diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi seluruh pegawai untuk mempertahankan kinerja sekaligus meningkatkan kemampuan dalam menghadapi perkembangan sistem pemerintahan.
Ia menegaskan bahwa pembinaan sumber daya manusia aparatur tidak boleh berhenti setelah pemberian tanda kehormatan. Pemerintah daerah tetap perlu memperkuat pengembangan kompetensi, peningkatan kapasitas, dan pembentukan budaya kerja yang profesional.
Upaya tersebut menjadi semakin penting seiring meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang cepat, transparan, dan mudah diakses.
Sementara itu, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menilai perjalanan panjang seorang aparatur dalam menjalankan tugas pemerintahan merupakan bentuk pengabdian yang patut dihargai. Namun, ia mengingatkan bahwa masa kerja bukan satu-satunya ukuran keberhasilan pegawai.
Menurut Ardiansyah, kualitas pelayanan dan manfaat yang diterima masyarakat harus menjadi tolok ukur utama dalam menilai keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan.
“Pengabdian harus tercermin dari manfaat yang dirasakan masyarakat. Karena itu, setiap pekerjaan harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh dan menghasilkan pelayanan yang semakin baik,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa tanda kehormatan tidak sekadar melambangkan lamanya seseorang bekerja sebagai aparatur negara, tetapi juga membawa tanggung jawab untuk mempertahankan integritas dan meningkatkan mutu pelayanan.
Dalam konteks pembangunan Kutai Timur, keberadaan aparatur yang berpengalaman memiliki peran penting untuk menjaga kesinambungan program pemerintah. Pengalaman panjang dalam menghadapi berbagai tantangan birokrasi dapat menjadi modal dalam memperbaiki tata kelola pemerintahan.
Pemberian Satyalencana Karyasatya juga diharapkan mampu menumbuhkan motivasi bagi ASN yang masih berada pada tahap awal pengabdian. Keteladanan pegawai senior dapat menjadi contoh mengenai pentingnya kedisiplinan, loyalitas terhadap tugas, dan tanggung jawab dalam melayani masyarakat.
Melalui penghargaan ini, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur berharap semangat pengabdian terus tumbuh di seluruh jajaran birokrasi. Peringatan HUT ke-27 Kutim pun menjadi momentum untuk memperkuat komitmen aparatur dalam menghadirkan pemerintahan yang semakin profesional, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (ADV/Kutim).


