SANGATTA – Kecamatan Telen, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), memiliki potensi ekonomi masyarakat yang tidak hanya bertumpu pada sektor perkebunan, kehutanan, dan pertambangan. Beragam produk olahan pangan hingga kerajinan tradisional menjadi peluang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mengembangkan usaha sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga.
Potensi tersebut kembali mendapat perhatian dalam momentum Expo HUT ke-27 Kabupaten Kutai Timur yang berlangsung di Lapangan Bukit Pelangi, Sangatta, Senin (12/10/2026).
Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi pemerintah kecamatan untuk memperkenalkan potensi daerah, sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif berbasis masyarakat.
Camat Telen, Margawaty, yang ditemui awak media di stan Kecamatan Telen, menjelaskan bahwa wilayahnya memiliki aktivitas ekonomi cukup beragam. Tercatat ada 15 perusahaan yang bergerak pada sejumlah sektor usaha.
“Ada 15 perusahaan di wilayah Telen. Ada yang kayu, ada yang sawit, ada yang tambang,” ungkapnya.
Keberadaan perusahaan tersebut menjadi salah satu potensi yang dapat mendukung pengembangan ekonomi masyarakat, termasuk melalui kolaborasi dalam pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan usaha lokal.
Di sisi lain, Kecamatan Telen juga memiliki potensi produk UMKM yang telah diperkenalkan melalui kegiatan pameran pada tahun-tahun sebelumnya.
Salah satu produk olahan yang pernah menjadi andalan masyarakat adalah stik pisang. Dalam Expo Kutim 2023, produk tersebut diperkenalkan bersama berbagai makanan ringan hasil kreativitas warga dan kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK).
Produk-produk tersebut terutama berasal dari Desa Juk Aya’ dan Muara Pantun. Selain kuliner, kerajinan tradisional khas masyarakat Dayak juga menjadi bagian dari kekayaan ekonomi kreatif Kecamatan Telen.
Saat itu, Margawaty menjelaskan bahwa produk yang diperkenalkan merupakan hasil inovasi masyarakat yang terus dikembangkan.
“Salah satu produk yang akan menjadi andalan kami yakni stik pisang dan beberapa produk yang sebagian dihasilkan oleh PKK yang ada di Kecamatan Telen. Terutama dari Desa Juk Aya’ dan Muara Pantun,” jelasnya dalam pemberitaan Expo Kutim 2023.
Pengembangan produk lokal tersebut menunjukkan peluang bagi masyarakat Telen untuk menghasilkan nilai ekonomi tambahan melalui usaha rumah tangga.
Selain olahan pisang, sektor pertanian juga menyimpan potensi pengembangan komoditas bernilai jual tinggi. Salah satunya durian varietas Musang King yang pernah menjadi bagian dari program pengembangan pertanian di wilayah Telen.
Potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi berbagai produk turunan, baik makanan olahan maupun komoditas pertanian yang memiliki pasar lebih luas.
Namun, pengembangan UMKM tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan produksi. Dukungan pemasaran, peningkatan kualitas kemasan, serta akses distribusi menjadi faktor penting agar produk masyarakat mampu bersaing.
Dalam hal ini, keberadaan perusahaan di Kecamatan Telen juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas melalui program pemberdayaan masyarakat.
Margawaty menjelaskan bahwa komunikasi antara pemerintah kecamatan dan perusahaan selama ini telah menghasilkan sejumlah bentuk kerja sama, salah satunya dalam perbaikan akses jalan.
“Alhamdulillah setelah kita kumpul semua perusahaan, mereka bergotong royong untuk memperbaiki jalan itu,” ujarnya.
Perbaikan infrastruktur tersebut memiliki hubungan erat dengan aktivitas perekonomian masyarakat, terutama dalam memperlancar mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian maupun produk usaha kecil.
Margawaty menambahkan, pemerintah kecamatan terus membangun komunikasi dengan perusahaan untuk mendukung kebutuhan masyarakat.
“Kalau ada kebutuhan masyarakat, kita komunikasikan bersama,” jelasnya.
Pola kolaborasi tersebut berpeluang diperluas untuk membantu penguatan kapasitas pelaku UMKM, mulai dari pelatihan produksi, pengembangan kemasan hingga promosi produk lokal.
Melalui momentum Expo Kutim 2026, potensi ekonomi kreatif Kecamatan Telen diharapkan semakin dikenal masyarakat luar daerah.
Dengan dukungan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, produk lokal Telen memiliki peluang untuk berkembang menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan warga.
(ADV/Kutim).



