Ads
Ads

Basuki Isnawan Optimistis Stadion Kudungga Layak Liga 1

SANGATTA – Stadion Kudungga mulai menunjukkan taringnya sebagai salah satu infrastruktur olahraga andalan Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim, Basuki Isnawan, optimistis stadion yang berada di Sangatta tersebut memiliki kelengkapan fasilitas untuk menggelar pertandingan sepak bola tingkat nasional, bahkan berpeluang menjadi lokasi pertandingan Liga 1 maupun Liga 2.

Optimisme Basuki bukan tanpa alasan. Stadion Kudungga dipersiapkan menjadi markas Persikutim dalam menghadapi Liga Nusantara 2026 dengan sistem pertandingan kandang dan tandang atau home and away. Dari total 14 pertandingan yang dijadwalkan dijalani Persikutim, sebanyak tujuh laga akan berlangsung di Stadion Kudungga, sementara tujuh pertandingan lainnya digelar di markas lawan.

Basuki menjelaskan, kesiapan infrastruktur stadion telah mendapat perhatian dari pihak Badan Liga yang melakukan peninjauan langsung. Pemeriksaan tersebut mencakup berbagai fasilitas penting untuk mendukung kelancaran pertandingan, mulai dari kualitas lapangan, ruang ganti pemain, ruang wasit, area parkir hingga tribun penonton.

“Alhamdulillah tidak ada pembenahan yang dilakukan karena Badan Liga begitu sampai ke sini melihat kita betul-betul prepare,” ujar Basuki.

Menurut Basuki, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan fasilitas olahraga di Kutai Timur telah dipersiapkan secara serius. Ia menilai kesiapan stadion menjadi faktor penting untuk memberikan kenyamanan kepada pemain, perangkat pertandingan, ofisial tim, maupun masyarakat yang datang menyaksikan pertandingan.

“Lapangan kita betul-betul siap, parkir begitu bagus, ruang ganti. Tadi bisa kalian lihat bagaimana ruang ganti kita, tempat wasit juga sudah semua bagus, semua tertata dengan baik. Tribun juga baik sekali,” jelasnya.

Selain kelengkapan fasilitas, daya tampung penonton menjadi keunggulan yang disoroti Basuki. Ia menyebut Stadion Kudungga mampu menampung sekitar 15 ribu hingga 20 ribu penonton. Kapasitas tersebut dinilai memberikan ruang cukup besar bagi masyarakat Kutai Timur untuk mendukung langsung perjuangan Persikutim.

“Insyaallah enggak ada kendala, 20.000 penonton bisa ketampung di sini,” katanya.

Dengan kapasitas tersebut, Stadion Kudungga memiliki modal infrastruktur untuk menggelar pertandingan yang berpotensi menarik ribuan penonton. Meski demikian, kapasitas operasional yang dapat digunakan dalam pertandingan resmi tetap bergantung pada penilaian keselamatan, pengaturan tribun, dan ketentuan penyelenggara kompetisi.

Basuki bahkan melihat peluang lebih besar bagi Stadion Kudungga untuk menjadi tempat penyelenggaraan pertandingan sepak bola pada jenjang kompetisi yang lebih tinggi. Menurutnya, kualitas fasilitas yang tersedia dapat menjadi pertimbangan dalam pengembangan sepak bola profesional di Kutai Timur.

“Jadi memang dikatakan sebenarnya Kutim ini layak untuk bisa di Liga 2 bahkan Liga 1 gitu kan,” tuturnya.

Peluang tersebut tetap harus dibedakan dari status kelayakan resmi. Penyelenggaraan pertandingan pada level kompetisi tertinggi memerlukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk aspek keamanan, penerangan, fasilitas medis, akses evakuasi, serta persyaratan teknis lain sesuai regulasi operator liga.

Sebagai informasi pendukung, Liga Nusantara merupakan kompetisi sepak bola nasional yang berada di bawah dua kasta tertinggi sepak bola profesional Indonesia. Kompetisi ini menjadi salah satu jalur bagi klub untuk meningkatkan prestasi dan memperjuangkan promosi ke jenjang lebih tinggi melalui mekanisme yang ditetapkan penyelenggara.

Dalam informasi pembagian grup yang disampaikan, Persikutim tergabung di Grup C bersama Persekap Pasuruan, Pasuruan United, Persipani Paniai, Perseden Denpasar, dan PS Ngada. Keberadaan klub dari berbagai daerah tersebut memberikan kesempatan bagi Persikutim untuk mengukur kemampuan menghadapi lawan dengan karakter permainan berbeda.

Tujuh pertandingan kandang juga berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Sangatta. Aktivitas pertandingan dapat meningkatkan kebutuhan terhadap layanan transportasi, kuliner, penginapan, perdagangan kecil, serta berbagai usaha pendukung lainnya, terutama apabila jumlah penonton yang hadir cukup besar.

Basuki berharap kesempatan menjadi tuan rumah pertandingan nasional tidak berhenti pada penyediaan fasilitas. Ia ingin momentum tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan Kutai Timur sekaligus memperkuat perkembangan olahraga daerah.

“Mudah-mudahan inilah salah satu cara untuk kita bisa mengangkat Kutim, memperkenalkan Kutim di kancah nasional,” pungkasnya.

Dengan kesiapan Stadion Kudungga dan kehadiran Persikutim dalam kompetisi nasional, Basuki optimistis Kutai Timur memiliki peluang memperkuat posisinya dalam peta sepak bola Indonesia. Namun, keberlanjutan peluang tersebut tetap membutuhkan pengelolaan stadion yang konsisten, pemenuhan standar kompetisi, dan dukungan masyarakat terhadap perkembangan sepak bola daerah. (ADV/KUTIM).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *