Ads
Ads

Sapa UDINUS Kediri, Cast “Piye To Kih?” Kobarkan Semangat Kreatif Mahasiswa

Kediri,Wnews.co.id – Ratusan pelajar SMA dan mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) Kediri memadati area kampus untuk menyambut kedatangan para cast film Piye To Kih?, Kamis (5/11/2026). Kunjungan promosi ini tidak hanya menjadi ajang temu idola, tetapi menjelma menjadi ruang dialog inspiratif yang mempertemukan dunia pendidikan tinggi, kreator lokal, dan industri kreatif nasional.

​Deretan pemeran yang hadir di antaranya Heri Chandra (Mukidi), Dara Sarasvati (Sukma), Rizka Oktavia (Mintul), Eko Dunung (Penyok), Gabriella Desta (Bunga), hingga Lorenco Gibs (Jotay). Film garapan sutradara Ito Mavin yang berkolaborasi dengan kanal YouTube komedi populer asal Kediri, Woko Channel, ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 19 November 2026.

​Melalui karya layar lebar ini, Woko Channel membuktikan bahwa talenta daerah dengan kekhasan bahasa dan budayanya mampu melangkah dari media sosial menuju panggung nasional. Perjalanan sukses ini sekaligus menjadi pemantik semangat bagi civitas akademika UDINUS Kediri.

​Koordinator UDINUS Kediri, Filmada Ocky Saputra, M.Eng., menyambut antusias kunjungan ini sebagai wujud sinergi nyata antara dunia akademik dan pelaku industri kreatif. Menurutnya, dunia perfilman memiliki benang merah yang sangat erat dengan keilmuan kreatif, khususnya program studi Desain Komunikasi Visual (DKV) yang menjadi salah satu andalan di kampusnya.

​”Lewat acara seperti ini, kami berharap mahasiswa terutama anak-anak DKV bisa mendapat wawasan langsung dari dapur pembuatan film. Bikin film itu bukan sekadar merangkai cerita, tapi ada proses kreatif yang panjang, mulai dari mematangkan ide, visualisasi, menerjemahkan pesan, hingga proses produksi. Kami ingin mereka melihat langsung bahwa ilmu dan kreativitas yang dipelajari di kelas punya peluang besar untuk hidup di industri nyata,” tutur Filmada.

​Ia juga optimistis kegiatan semacam ini dapat membuka ruang kolaborasi lanjutan yang lebih luas antara UDINUS Kediri dan para pelaku industri kreatif, sekaligus memotivasi mahasiswa untuk berani mengambil peluang dan berproses tanpa kehilangan identitas aslinya.

​Di hadapan para mahasiswa, Heri Chandra turut membagikan cerita blak-blakan seputar awal mula dirinya mendapat tawaran bermain di layar lebar.

​”Pertama ditawarin main film, saya takut. Belum pernah main film. Dikasih waktu satu bulan buat mikir. Tapi belum genap seminggu, skrip sudah dikirim. Saya baca, ceritanya apik, humor, menarik. Akhirnya saya terima, biar punya pengalaman,” ungkap Heri.

​Heri menyebut film ini kaya akan nilai kehidupan. Menurutnya, cerita tersebut mengajarkan arti ketulusan, kesetiaan kawan, serta keikhlasan untuk merelakan sesuatu yang bukan takdir kita.

​”Salah satu pesan pentingnya adalah menjadi diri sendiri lebih baik daripada menjadi orang lain,” tambahnya.

​Meski memadukan unsur horor, komedi, dan romantis, Dara Sarasvati menilai kedalaman makna cerita lah yang membuatnya mantap bergabung dalam proyek ini.

​”Yang pertama adalah kualitas dari isi filmnya sendiri. Walaupun terkesan horor, komedi, dan romance, tapi maknanya lebih dalam, yaitu tentang memantaskan diri dan keikhlasan. Dari situ saya memutuskan untuk ikut,” jelas Dara.

​Film Piye To Kih? menyoroti perjalanan absurd Mukidi saat membeli rumah murah demi melangkah ke jenjang pernikahan, yang justru mempertemukannya dengan Sukma, makhluk dari alam berbeda dengan keyakinan yang tidak sama sebuah situasi dilematis yang melahirkan pertanyaan menggelitik.

​Kunjungan ini menutup rangkaian acara dengan pesan mendalam: bahwa karya daerah yang lahir dari ketulusan dan identitas lokal kini siap bersaing di panggung nasional. Bagi civitas akademika UDINUS Kediri, kehadiran Piye To Kih? bukan hanya hiburan, tetapi juga bukti nyata bahwa mimpi anak daerah untuk menembus layar lebar benar-benar bisa diwujudkan.(Ad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *