Ads

Pelatihan Self Healing PKK Bontang Perkuat Mental Perempuan

Bontang – Di balik peran besar perempuan dalam keluarga dan masyarakat, tersimpan kebutuhan yang sering terabaikan: kesehatan mental. Kesadaran inilah yang diangkat dalam Pelatihan Self Healing yang digelar Tim Penggerak PKK Kota Bontang selama dua hari, mulai Selasa (7/4/2026), di Gedung Auditorium Taman 3D.

Kegiatan ini dihadiri Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, bersama Ketua TP PKK Nur Kalbi Agus Haris, Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, jajaran TP PKK kecamatan dan kelurahan, serta para narasumber profesional seperti Azima Rais dan Reni Murni. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya kolaboratif untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya perempuan.

Dalam sambutannya, Agus Haris menegaskan bahwa perempuan memiliki peran ganda yang tidak ringan, mulai dari ibu, istri, pengelola rumah tangga, hingga penggerak sosial di lingkungan masyarakat. Kondisi tersebut, menurutnya, berpotensi memicu tekanan psikologis jika tidak diimbangi dengan kemampuan mengelola emosi dan kesehatan mental.

“Perempuan harus mampu merawat diri terlebih dahulu, karena kita tidak bisa memberi jika diri sendiri masih ‘kosong’. Dari individu yang sehat akan lahir keluarga yang kuat,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa isu kesehatan mental kini tidak bisa lagi dipandang sebagai hal sekunder. Mengacu pada data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), satu dari tujuh orang mengalami gangguan kejiwaan, sehingga kemampuan self healing menjadi keterampilan penting dalam menjaga keseimbangan hidup.

Pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan teknik pemulihan diri, pengelolaan stres, serta peningkatan kesadaran diri. Melalui pendekatan praktis yang disampaikan oleh para narasumber, peserta diajak memahami pentingnya menjaga kesehatan mental sebagai bagian dari kualitas hidup.

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu melahirkan agen-agen perubahan di tengah masyarakat. Para peserta diharapkan tidak hanya menerapkan ilmu yang didapat dalam kehidupan pribadi, tetapi juga menyebarluaskan pemahaman tersebut kepada lingkungan sekitar.

Pemerintah Kota Bontang menilai bahwa penguatan kesehatan mental perempuan memiliki dampak luas, tidak hanya pada individu, tetapi juga pada ketahanan keluarga dan pembangunan sosial secara keseluruhan.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan tercipta masyarakat yang lebih sehat secara mental, kuat dalam menghadapi tantangan, serta mampu membangun kehidupan yang seimbang dan sejahtera.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *