Ads

Bontang Didorong Jadi Role Model Pangan Aman Nasional

Bontang – Kualitas pangan bukan sekadar soal konsumsi, tetapi fondasi utama kesehatan masyarakat. Pemerintah Kota Bontang kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan pangan melalui audiensi penilaian Kabupaten/Kota Pangan Aman (KKPA) bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Kamis (30/4/2026).

Pertemuan yang berlangsung di Kantor Wali Kota ini dipimpin oleh Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, didampingi Pj Sekretaris Daerah Akhmad Suharto. Dari pihak BPOM hadir Direktur Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Pangan Olahan Agus Yudi Prayudana, Kepala Balai Besar POM Samarinda Agung Kurniawan, serta Direktur BPOM Pusat Taruna Ikrar bersama jajaran.

Dalam forum tersebut, disampaikan capaian menggembirakan Kota Bontang dalam peningkatan kualitas keamanan pangan. Berdasarkan hasil pembinaan Balai Besar POM Samarinda, nilai KKPA Bontang mengalami lonjakan signifikan dari 33,6 persen menjadi 73 persen.

“Capaian ini melampaui ambang batas minimal 60 persen. Kami memproyeksikan Bontang sebagai role model nasional dalam penilaian yang akan berlangsung hingga Juli 2026,” ungkap Taruna Ikrar.

Peningkatan ini menjadi indikator keberhasilan kolaborasi antara pemerintah daerah, BPOM, serta pelaku usaha dalam menjaga standar keamanan pangan. Tidak hanya dari sisi pengawasan, tetapi juga edukasi kepada masyarakat dan pelaku industri pangan.

Dalam arahannya, Agus Haris menegaskan bahwa keamanan pangan merupakan bagian dari prioritas strategis daerah yang tertuang dalam rencana pembangunan jangka menengah. Ia menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada perubahan perilaku masyarakat.

“Melalui sinkronisasi data yang realistis dan kolaborasi lintas sektor, kita targetkan capaian Kota Bontang terus meningkat dan mampu menembus tiga besar nasional,” pungkas Agus Haris optimis.

Ia juga menambahkan bahwa upaya menjaga keamanan pangan harus dimulai dari tingkat rumah tangga hingga sektor industri kuliner. Edukasi tentang bahan pangan yang aman, pengolahan yang higienis, serta distribusi yang terkontrol menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas konsumsi masyarakat.

Audiensi ini sekaligus menjadi momentum evaluasi dan penguatan sinergi lintas sektor dalam mewujudkan sistem pangan yang aman, sehat, dan berkelanjutan. Dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat dan daerah, Bontang dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi contoh nasional dalam implementasi program pangan aman.

Langkah strategis ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat daya saing daerah melalui standar keamanan pangan yang tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *