Ads

Pelatihan Imam dan Marbot Bontang Tingkatkan Kompetensi

Bontang – Di balik ketenangan rumah ibadah, terdapat peran besar para imam dan marbot yang menjadi penjaga nilai spiritual masyarakat. Upaya memperkuat peran tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembinaan dan pelatihan bagi imam masjid, imam mushalla, serta penjaga masjid se-Kota Bontang.

Kegiatan yang digelar di Masjid Al Falah, kawasan HOP 1 Bontang pada Sabtu (2/4/2026) ini dibuka oleh Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, mewakili Wali Kota. Pelatihan ini diselenggarakan oleh Forum Silaturahim Imam Masjid dan Mushala (FOSIMA) dengan mengusung tema “Bontang Berbenah, Kompetensi Imam dan Marbot Meningkat”.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Kota Bontang sekaligus Ketua Takmir Masjid Al Falah Suharno, Ketua MUI Bontang Selatan, Ketua FOSIMA Suir Misman, serta narasumber utama Ahmad Subuh.

Dalam sambutannya, Agus Haris menegaskan bahwa imam dan marbot memiliki peran strategis sebagai ujung tombak dalam memakmurkan masjid. Menurutnya, kehadiran mereka tidak hanya sebagai pemimpin ibadah, tetapi juga sebagai penggerak pembinaan umat dan pembentuk karakter masyarakat.

Ia menilai dedikasi dan keikhlasan para imam dan marbot menjadi faktor penting dalam menjadikan masjid sebagai pusat pendidikan dan pembinaan moral. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan.

“Alhamdulillah, insentif yang sebelumnya sebesar Rp1,1 juta, kini telah dinaikkan menjadi Rp2 juta per bulan bagi marbot dan pemuka agama lainnya. Kenaikan ini adalah amanah agar Bapak-Bapak sekalian dapat menjalankan tugas dengan lebih tenang dan fokus,” ujar Agus Haris.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan harus diimbangi dengan peningkatan kualitas diri dan tanggung jawab. Pelatihan ini diharapkan mampu melahirkan imam yang tidak hanya fasih dalam bacaan, tetapi juga mampu menjadi figur pemersatu di tengah masyarakat.

Selain itu, peran marbot juga ditekankan sebagai pengelola rumah ibadah yang profesional. Pengelolaan fasilitas yang baik akan memberikan kenyamanan bagi jemaah sekaligus meningkatkan minat masyarakat untuk memakmurkan masjid.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Bontang berharap tercipta sinergi antara peningkatan kesejahteraan dan kapasitas sumber daya manusia di bidang keagamaan. Hal ini menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan berkarakter kuat.

Dengan penguatan kompetensi imam dan marbot, masjid diharapkan semakin berperan sebagai pusat peradaban yang tidak hanya menguatkan spiritualitas, tetapi juga mempererat persatuan umat di Kota Bontang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *