Bontang – Membangun masa depan bangsa dimulai dari ruang kelas terkecil, tempat karakter dan kreativitas anak mulai dibentuk. Komitmen itu kembali ditegaskan Pemerintah Kota Bontang melalui pelatihan pembelajaran mendalam bagi guru dan kepala sekolah Taman Kanak-Kanak.
Kegiatan yang digelar di Aula SD YPK Bontang pada Rabu (29/4/2026) ini dibuka oleh Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, mewakili Wali Kota. Pelatihan yang diinisiasi oleh IGTKI-PGRI Kota Bontang mengusung tema “Menguatkan Praktik Pembelajaran Mendalam untuk Anak Usia Dini”.
Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang Abdu Safa Muha, pimpinan Penerbit Erlangga Hermawan Catur, serta Ketua Umum Pengurus Pusat IGTKI-PGRI Eka Putri Handayani yang juga menjadi narasumber utama.
Sebanyak 350 peserta mengikuti pelatihan ini, terdiri dari 320 kepala sekolah dan guru TK se-Kota Bontang serta 20 perwakilan IGTKI dari Kabupaten Kutai Timur. Kehadiran peserta lintas daerah ini menunjukkan tingginya antusiasme terhadap penguatan kualitas pendidikan anak usia dini.
Dalam sambutannya, Agus Haris menyampaikan apresiasi kepada para pendidik yang selama ini berperan penting dalam membentuk karakter generasi masa depan. Ia menekankan bahwa pendidikan anak usia dini kini menuntut pendekatan yang lebih inovatif dan relevan dengan perkembangan zaman.
“Pendidikan di era dinamis ini menuntut pendekatan yang lebih kreatif dan inovatif. Kita tidak lagi memandang pendidikan anak usia dini sekadar sebagai kegiatan bermain, melainkan proses edukatif yang mampu menumbuhkan daya kritis dan kreativitas melalui konsep sains, teknologi, rekayasa, dan matematika (STREAM) yang disesuaikan dengan usia mereka,” ujar Agus Haris.
Ia menambahkan bahwa pelatihan ini memiliki peran strategis dalam mengimplementasikan kurikulum yang berpusat pada anak. Melalui pendekatan pembelajaran mendalam, guru diharapkan mampu menggali potensi peserta didik secara optimal, baik dari sisi kognitif, emosional, maupun sosial.
“Sejalan dengan misi pembangunan Kota Bontang 2025-2029, yaitu ‘Mewujudkan Transformasi Sosial Menuju SDM yang Berdaya Saing’, pemerintah berkomitmen memperkuat peran tenaga pendidik melalui peningkatan kompetensi serta pemberian insentif yang proporsional,” tegasnya.
Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga praktik pembelajaran yang dapat langsung diterapkan di kelas. Pendekatan berbasis STREAM menjadi salah satu metode unggulan yang diperkenalkan, dengan tujuan menumbuhkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis anak sejak usia dini.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Bontang berharap kualitas tenaga pendidik semakin meningkat, sehingga mampu mencetak generasi yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan global.
Dengan penguatan kapasitas guru sebagai ujung tombak pendidikan, langkah ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan sumber daya manusia unggul di masa depan.



