Bontang – Kreativitas generasi muda menjadi bahan bakar masa depan, dan Kota Bontang mulai menyalakan mesin itu melalui ruang-ruang kompetisi yang inspiratif. Pemerintah Kota Bontang kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia unggul melalui kegiatan berbasis teknologi dan kreativitas digital.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, saat menghadiri Lomba Desain Poster dan Video Pendek se-Kota Bontang Tahun 2026 yang digelar di Auditorium Taman 3D, Sabtu (25/4/2026). Kegiatan ini diselenggarakan oleh komunitas CPanel STITEK Bontang dengan mengusung tema “Digital Ethics && Creative Technology for Gen-Z”.
Acara tersebut turut dihadiri Ketua Komite I DPD RI Andi Sofyan Hasdam, Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum Anwar Sadat, Ketua STITEK Zaini, Ketua CPanel Nur Hidayah, Pembina CPanel Fiky Anggara, serta Ketua Panitia Akmal Nuryazid.
Dalam sambutannya, Neni Moerniaeni menegaskan bahwa sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah. Ia menyebut berbagai program telah dijalankan untuk mendukung peningkatan kualitas SDM, mulai dari bantuan perlengkapan sekolah hingga kebijakan Uang Kuliah Tunggal (UKT) gratis bagi mahasiswa.
“Kita (Pemerintah Kota Bontang) harus hadir dalam rangka menyiapkan SDM yang berkualitas. Ini selaras dengan perintah agama untuk terus membaca dan belajar. Saya juga berharap ke depannya anak-anak Bontang dapat beraktualisasi membuat film-film pendek untuk memajukan ekonomi kreatif melalui digitalisasi, tentunya dengan pendampingan dari Dispopar dan STITEK,” ujar Neni Moerniaeni.
Ia menambahkan bahwa kompetisi seperti ini memiliki peran strategis dalam mengasah kemampuan generasi muda, khususnya dalam bidang teknologi kreatif yang semakin relevan di era digital. Selain menjadi ajang unjuk bakat, kegiatan ini juga membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif berbasis konten digital.
Di sisi lain, Wali Kota juga mengapresiasi perkembangan STITEK Bontang yang dinilai terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi. Saat ini, institusi tersebut tengah berproses menuju status universitas sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan pendidikan di Kalimantan Timur.
Ajang lomba ini tidak hanya menjadi wadah kompetisi, tetapi juga ruang kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan komunitas dalam menciptakan ekosistem digital yang produktif. Para peserta ditantang untuk mengangkat isu etika digital serta pemanfaatan teknologi secara kreatif dan bertanggung jawab.
Dengan dukungan berbagai pihak, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya kreatif, tetapi juga memiliki kesadaran etika dalam memanfaatkan teknologi.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang Pemerintah Kota Bontang dalam menciptakan SDM yang adaptif, inovatif, dan siap bersaing di era digitalisasi global.


