Ads
Ads

Bahasa Kutai Masuk Kurikulum Lokal SD dan SMP di Kutim

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) berupaya menjaga kelestarian bahasa daerah melalui pendidikan. Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menyebut bahasa Kutai telah ditetapkan sebagai muatan lokal dalam pembelajaran di tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).

Pernyataan itu disampaikan Ardiansyah saat memberikan sambutan pada Erau Adat Pelas Benua Kutai Timur 2026 di Rumah Adat Kutai, Minggu (11/10/2026).

Menurutnya, pendidikan menjadi salah satu jalur penting untuk memperkenalkan identitas budaya kepada generasi muda. Bahasa daerah tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga menyimpan sejarah, nilai, dan cara pandang masyarakat yang diwariskan dari generasi ke generasi.

“Kita sudah menetapkan bahasa Kutai sebagai muatan lokal di dalam pelajaran di sekolah, mulai dari SD dan SMP,” kata Ardiansyah.

Ia menjelaskan, pembelajaran bahasa Kutai di jenjang sekolah menengah atas belum menjadi bagian dari kebijakan kabupaten karena kewenangan pendidikan pada tingkat tersebut berada di pemerintah provinsi.

Ardiansyah menilai, pelestarian budaya harus dimulai dengan membangun kedekatan generasi muda terhadap sejarah dan asal-usul daerahnya. Anak-anak Kutim diharapkan tidak hanya mengenal budaya melalui perayaan adat, tetapi juga memahami makna dan nilai yang terkandung di dalamnya.

Di tengah perkembangan teknologi, ia juga mendorong generasi muda memanfaatkan berbagai media kreatif untuk mendokumentasikan tradisi, memperkenalkan kesenian, serta menyebarluaskan pengetahuan tentang sejarah daerah.

Menurutnya, teknologi dapat menjadi sarana memperluas jangkauan pelestarian budaya tanpa menghilangkan keaslian dan nilai adat itu sendiri.

Ardiansyah menegaskan, pelestarian bahasa dan budaya tidak cukup hanya dengan mempertahankan pertunjukan atau ritual. Nilai kebersamaan, gotong royong, penghormatan terhadap sesama, dan kepedulian terhadap lingkungan juga perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui pendidikan dan kegiatan kebudayaan, Pemkab Kutim berharap generasi muda semakin mengenal identitas daerahnya serta memiliki kebanggaan untuk menjaga warisan leluhur.

Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari pembangunan karakter masyarakat agar kemajuan daerah tetap berpijak pada sejarah dan kebudayaan lokal. (ADV/Kutim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *