TENGGARONG – Warga yang terdampak bencana longsor dan gagal panen akibat kekeringan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menerima bantuan beras dari pemerintah daerah. Hingga saat ini, Dinas Ketahanan Pangan Kukar telah menyalurkan 1.656 kilogram beras melalui program Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).
Bantuan tersebut disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang kehilangan hasil panen maupun terdampak bencana. Penentuan penerima dilakukan berdasarkan jumlah jiwa yang terdampak di masing-masing wilayah.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kukar, Ananias, S.Hut., M.P., menjelaskan penyaluran bantuan mencakup sejumlah wilayah dengan kondisi berbeda, mulai dari bencana longsor hingga kekeringan yang menyebabkan petani mengalami gagal panen.
Di Desa Jembayan, misalnya, bantuan sebanyak 378 kilogram beras diberikan kepada 21 jiwa yang terdampak longsor. Sementara di Kelurahan Timbau, sebanyak 288 kilogram beras disalurkan kepada 16 jiwa yang mengalami dampak kekeringan.
Bantuan juga diberikan kepada empat jiwa terdampak kekeringan di Kelurahan Panji dengan total 72 kilogram beras.
Adapun alokasi terbesar disalurkan kepada tiga kelompok tani di wilayah Panji. Sebanyak 51 jiwa yang terdampak gagal panen menerima bantuan beras dengan total 918 kilogram.
“Yang sudah kita distribusikan itu ada 1.656 kilogram. Di Desa Jembayan yang kemarin mengalami longsor, ada 21 jiwa yang terdampak dan kita salurkan 378 kilogram,” kata Ananias.
Ia menjelaskan, bantuan pangan diberikan dengan perhitungan 300 gram beras per jiwa setiap hari selama 60 hari. Dengan skema tersebut, setiap penerima memperoleh total 18 kilogram beras untuk memenuhi kebutuhan selama dua bulan.
Menurut Ananias, ketepatan pendataan menjadi hal penting dalam proses penyaluran. Pemerintah tidak hanya memperhatikan data kependudukan berdasarkan KTP, tetapi juga mencocokkan jumlah anggota keluarga yang tercatat dalam kartu keluarga (KK).
Pendataan berbasis jumlah jiwa diperlukan agar seluruh warga yang benar-benar terdampak dapat terakomodasi dan tidak terlewat dari daftar penerima bantuan.
“Jangan sampai ada jiwa-jiwa yang terdampak tertinggal. Karena dasar penentuan pangan itu adalah cacah jiwa, berapa jiwa yang terdampak,” tegasnya.
Di sisi lain, Dinas Ketahanan Pangan Kukar masih memproses pengajuan bantuan dari sejumlah wilayah yang melaporkan kejadian gagal panen. Beberapa lokasi yang masuk dalam pendataan antara lain Desa Loa Duri Sebrang, Desa Sumber Sari, serta wilayah Loa Ipuh dan Jahab.
Permohonan yang telah diajukan akan melalui tahapan verifikasi lapangan untuk memastikan kondisi yang dilaporkan sesuai dengan fakta dan jumlah warga yang membutuhkan bantuan.
Ananias mengatakan proses verifikasi perlu dilakukan secara cermat agar penyaluran cadangan pangan tepat sasaran. Dengan demikian, bantuan yang tersedia dapat menjangkau masyarakat yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan pangan akibat bencana maupun kehilangan hasil pertanian.
“Harapannya setelah dua bulan mereka sudah bisa memenuhi kebutuhan atau bangkit lagi dari keterpurukan yang diakibatkan oleh gagal panen,” ujarnya. (ADV/KUKAR/Diskominfo/Ndy).
Ny



