SANGATTA — Keterbatasan sarana pemadam kebakaran masih menjadi pekerjaan rumah bagi Kecamatan Telen, Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Camat Telen, Margawaty, mengungkapkan wilayahnya belum memiliki mobil pemadam kebakaran sendiri sehingga penanganan kebakaran masih mengandalkan bantuan perusahaan yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Persoalan tersebut disampaikan Margawaty saat diwawancarai di stan Kecamatan Telen pada Expo Pameran HUT ke-27 Kutim di Lapangan Bukit Pelangi, Senin (12/10/2026),
Margawaty menjelaskan, ketika terjadi kebakaran, pemerintah kecamatan biasanya berkoordinasi dengan perusahaan terdekat untuk membantu penanganan di lapangan.
“Kalau untuk mobil pemadam, sendiri kita belum punya,” kata Margawaty.
Ia mencontohkan penanganan kebakaran di kawasan Loran. Karena lahan yang terbakar merupakan lahan PT Kiani Lestari, sementara perusahaan tersebut tidak memiliki kantor di lokasi itu, bantuan kemudian datang dari perusahaan lain yang berada di sekitar kejadian.
“Kemarin seperti LMA, PTK, MKNC, mereka menangani itu,” ujarnya.
Bantuan serupa juga diperlukan ketika kebakaran terjadi di lahan perkebunan milik warga. Margawaty menyebut, saat kebakaran melanda kebun sawit masyarakat di sekitar Kilometer 55, PT Anugrah turut membantu penanganan.
“Kalau ada kejadian kebakaran, biasanya perusahaan terdekat yang menanggulangi,” jelasnya.
Menurut Margawaty, bantuan perusahaan selama ini sangat berarti. Namun, ketergantungan pada dukungan pihak lain juga menjadi alasan mengapa Kecamatan Telen membutuhkan sarana pemadam kebakaran sendiri.
Ia mengatakan, pemerintah kecamatan telah mengusulkan pengadaan fasilitas tersebut. Lahan untuk mendukung pembangunan fasilitas pemadam kebakaran juga telah disiapkan.
“Kami masih mengusulkan lagi. Sedangkan lahan kami sudah menyiapkan di Telen,” ungkapnya.
Margawaty turut menjelaskan bahwa mobil pemadam kebakaran yang ditempatkan di Kecamatan Batu Ampar diperuntukkan bagi wilayah tersebut, terutama karena kecamatan itu mengalami kejadian kebakaran berulang. Dengan demikian, kebutuhan Telen belum dapat sepenuhnya terjawab melalui fasilitas yang tersedia di kecamatan lain.
Bagi Margawaty, keberadaan mobil pemadam kebakaran bukan sekadar kebutuhan peralatan, melainkan bagian penting dari perlindungan masyarakat, perkebunan, dan aset daerah.
Kecamatan Telen memiliki kawasan permukiman, perkebunan, serta aktivitas perusahaan yang tersebar di sejumlah wilayah. Kondisi itu membuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran perlu diperkuat melalui ketersediaan peralatan, personel, dan koordinasi lintas pihak.
Ia berharap usulan pengadaan sarana pemadam kebakaran dapat memperoleh perhatian sehingga penanganan kejadian darurat ke depan bisa dilakukan lebih cepat.
“Kalau sarana sendiri sudah tersedia, tentu akan lebih membantu masyarakat ketika terjadi kebakaran,” pungkasnya.(ADV/Kutim).
Camat Telen Ungkap 15 Perusahaan di Wilayahnya, Gotong Royong Perbaiki Jalan untuk Warga



