BONTANG — Data sosial masyarakat bukanlah angka yang bersifat tetap. Kondisi warga dapat berubah dari waktu ke waktu, sehingga pemutakhiran menjadi bagian penting dalam memastikan program sosial pemerintah tetap tepat sasaran.
Hal tersebut menjadi perhatian Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Bontang. Berdasarkan data yang disampaikan dalam pembahasan bersama DPRD, tercatat sebanyak 33 perubahan data pada Juli, kemudian 20 perubahan pada Agustus, dan meningkat cukup signifikan menjadi 148 perubahan pada September.
Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Bontang, Ahmad Yani, mengatakan dinamika tersebut merupakan bagian dari kondisi sosial masyarakat yang terus bergerak.
“Ini pasti dinamis,” ujar Ahmad Yani.
Menurutnya, perubahan data dapat terjadi karena berbagai faktor. Mulai dari perpindahan penduduk, perubahan kondisi dalam keluarga, hingga perubahan status sosial ekonomi masyarakat. Karena itu, data yang sebelumnya tercatat dapat mengalami penyesuaian ketika ditemukan kondisi terbaru di lapangan.
Setiap perubahan tidak serta-merta langsung ditetapkan. Dinsos melakukan proses verifikasi sebelum data tersebut diteruskan melalui mekanisme yang berlaku.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga agar data yang digunakan pemerintah benar-benar menggambarkan kondisi masyarakat terkini. Terlebih, data sosial menjadi salah satu dasar dalam menentukan sasaran berbagai program pemerintah.
Ahmad Yani menegaskan, proses pemutakhiran data tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinsos. Peran kelurahan dan RT sangat penting karena kedua unsur tersebut berada paling dekat dengan masyarakat dan lebih mengetahui perubahan kondisi warga di lingkungannya.
Dengan adanya koordinasi dari tingkat RT, kelurahan hingga Dinsos, perubahan kondisi masyarakat dapat lebih cepat diketahui dan ditindaklanjuti.
Dinsos Bontang pun terus mendorong pemutakhiran secara berkala. Kenaikan jumlah perubahan data pada September menjadi gambaran bahwa kondisi sosial masyarakat memang membutuhkan pemantauan secara berkelanjutan.
Bagi Dinsos, pembaruan data bukan sekadar memperbaiki angka dalam administrasi. Lebih dari itu, pemutakhiran menjadi bagian dari upaya memastikan masyarakat yang memenuhi kriteria tidak terlewat dari program pemerintah.
Melalui data yang terus diperbarui dan diverifikasi, pemerintah daerah berupaya membangun sistem pelayanan sosial yang lebih responsif terhadap perubahan kondisi masyarakat di Kota Bontang.
(ADV/Bontang).


