Ads
Ads

Disdikbud Kutim Evaluasi 478 PAUD, Kelayakan Operasional Jadi Perhatian

SANGATTA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur terus melakukan evaluasi terhadap ratusan satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) guna memastikan kualitas pelayanan pendidikan bagi anak-anak tetap terjaga.
Saat ini, jumlah satuan PAUD di Kutai Timur tercatat sekitar 478 lembaga, mencakup layanan pendidikan formal maupun nonformal.

Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal Disdikbud Kutim, Heri Purwanto, mengatakan evaluasi dilakukan secara berkala sebagai bagian dari pengawasan terhadap penyelenggaraan pendidikan.

“Kalau terkait dengan PAUD, kita bicara masalah data. Secara keseluruhan, PAUD baik formal maupun nonformal itu ada kurang lebih sekitar 478,” kata Heri saat diwawancarai di Ruang Kerjanya, Senin (28/9/2026).

Menurutnya, evaluasi tidak hanya berkaitan dengan kelengkapan administrasi lembaga pendidikan, tetapi juga menyangkut kelayakan operasional serta kualitas layanan yang diberikan kepada peserta didik.
Hasil evaluasi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan keberlanjutan izin operasional lembaga PAUD.

“Setiap tahun itu terkait dengan hasil evaluasi kita, bahwa PAUD itu layak untuk diperpanjang izin operasionalnya atau tidak,” jelasnya.

Heri menyampaikan, pengawasan terhadap satuan pendidikan dilakukan untuk memastikan lembaga PAUD mampu memenuhi standar pelayanan pendidikan yang berlaku.
Dalam penyelenggaraan pendidikan anak usia dini, pemerintah menetapkan sejumlah aspek penting yang harus diperhatikan, mulai dari kualitas tenaga pendidik, kurikulum, sarana dan prasarana, hingga pengelolaan lembaga.

Hal tersebut sejalan dengan kebijakan nasional mengenai standar pendidikan anak usia dini yang menempatkan kualitas proses pembelajaran dan lingkungan belajar sebagai bagian penting dalam perkembangan anak.
Disdikbud Kutim juga terus memberikan pembinaan terhadap lembaga pendidikan, termasuk peningkatan kapasitas tenaga pendidik.

“Terkait dengan program pembinaan itu terus kita lakukan, baik untuk kualitas gurunya sebagai bentuk penjaminan mutu kita terhadap layanan pendidikan,” ungkap Heri.

Ia menegaskan, pembinaan tidak hanya ditujukan kepada lembaga pendidikan negeri, tetapi juga lembaga PAUD swasta yang memiliki peran besar dalam memperluas akses pendidikan masyarakat.

Pemerintah daerah berupaya memastikan seluruh lembaga memperoleh perhatian dalam pengembangan kualitas layanan pendidikan.
Selain pengawasan operasional, peningkatan mutu pembelajaran menjadi salah satu fokus utama agar anak-anak memperoleh pendidikan yang sesuai dengan tahap perkembangannya.

Heri berharap evaluasi dan pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan mampu meningkatkan kualitas seluruh satuan PAUD di Kutai Timur. (ADV/Kutim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *