Ads
Ads

Hadapi Kabut Asap, Dinkes Kukar: Jangan Hanya Andalkan Multivitamin

TENGGARONG – Menjaga kondisi tubuh selama kabut asap tidak cukup hanya dengan mengonsumsi suplemen. Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) meminta masyarakat lebih memperhatikan kecukupan cairan serta pola makan bergizi dan seimbang.

Kepala Dinas Kesehatan Kukar, Ismi Muffidah, mengatakan berbagai jenis multivitamin yang beredar dapat membantu mempertahankan daya tahan tubuh.

Namun, suplemen bukan pengganti langkah pencegahan terhadap paparan asap.

“Banyak multivitamin yang tersedia di pasaran. Pada dasarnya bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Tetapi sebenarnya tidak cuma itu, yang penting melakukan upaya pencegahan,” ujar Ismi saat diwawancarai awak media beberapa waktu lalu.

Menurutnya, salah satu kebutuhan yang tidak boleh diabaikan adalah asupan cairan.
Suhu udara yang panas membuat tubuh berpotensi kehilangan lebih banyak cairan sehingga masyarakat diminta memastikan kebutuhan air minum terpenuhi.

“Jaga asupan cairan supaya tidak dehidrasi, karena kondisi juga panas. Jadi cairan jangan sampai kurang dalam kondisi seperti ini,” katanya.

Selain cairan, Ismi menyarankan masyarakat mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
Pola makan sehat tidak berarti harus mengonsumsi jenis makanan tertentu secara berlebihan. Komposisi makanan perlu tetap diperhatikan dengan membatasi asupan tinggi lemak dan gula serta memperbanyak sumber serat.

“Makanan bergizi artinya makanan yang sehat. Tidak terlalu tinggi lemak, tidak terlalu tinggi gula, dan banyak serat seperti sayuran. Jadi makanan yang bergizi dan seimbang,” jelasnya.

Imbauan tersebut disampaikan ketika kabut asap di Kukar masih fluktuatif dan kasus ISPA mengalami peningkatan.

Dinkes mencatat sekitar 9 ribu kasus ISPA pada Agustus dan meningkat menjadi sekitar 10 ribu kasus pada September.

Di tingkat nasional, Kementerian Kesehatan juga mengingatkan bahwa dampak asap karhutla tidak terbatas pada ISPA. Paparan asap dapat menyebabkan batuk, sesak napas, radang tenggorokan, memperburuk asma dan penyakit paru kronis, serta menimbulkan iritasi pada mata maupun kulit.

Kemenkes memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lansia serta masyarakat yang sebelumnya memiliki penyakit pernapasan.

Karena itu, Ismi menekankan langkah pertama tetap berupa pencegahan paparan.
Jika tidak memiliki kebutuhan mendesak, masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan. Apabila harus keluar rumah, penggunaan masker dianjurkan.

Dengan pola tersebut, perlindungan kesehatan tidak hanya bergantung pada konsumsi vitamin, tetapi dilakukan secara menyeluruh melalui pengurangan paparan asap, pemenuhan cairan, pola makan bergizi dan pemantauan kondisi tubuh.

Dinkes juga meminta masyarakat segera mencari pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan pernapasan yang menetap atau semakin berat. (ADV/Kukar/Diskominfo/Ndy).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *