Ads

Hardiknas Bontang Tekankan Peran Guru dan Teknologi

Bontang – Seperti pelita yang tak pernah padam, semangat pendidikan kembali digaungkan dalam Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di halaman Kantor DPMPTSP Kota Bontang, Sabtu (2/5/2026) pagi. Momentum ini menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa bertumpu pada kualitas pendidikan hari ini.

Upacara yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, berlangsung khidmat dengan mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Kegiatan diawali dengan pengibaran bendera Merah Putih, diikuti peserta dari berbagai unsur seperti PGRI, ASN, pelajar tingkat SD hingga SMA, serta mahasiswa. Hadir pula Penjabat Sekretaris Daerah, jajaran OPD, camat, lurah, unsur Forkopimda, hingga perwakilan instansi vertikal.

Dalam amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah yang dibacakannya, Wali Kota menekankan bahwa pendidikan merupakan proses memanusiakan manusia, sejalan dengan filosofi Ki Hadjar Dewantara. Pemerintah pusat saat ini memfokuskan kebijakan pada perbaikan infrastruktur pendidikan, penguatan digitalisasi pembelajaran, serta peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik melalui berbagai program pelatihan, termasuk coding dan kecerdasan buatan (AI).

“Pemerintah terus berkomitmen meningkatkan kualitas guru melalui sertifikasi dan pelatihan deep learning, sembari memastikan lingkungan sekolah aman dari bullying melalui program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat,” ujar Wali Kota dalam amanatnya.

Ia menjelaskan, kualitas guru menjadi kunci utama dalam mencetak generasi unggul yang mampu menghadapi tantangan global. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi tenaga pendidik tidak hanya difokuskan pada aspek akademik, tetapi juga penguatan karakter dan adaptasi terhadap perkembangan teknologi.

Pada tingkat daerah, Pemerintah Kota Bontang menegaskan komitmennya untuk mempertahankan alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen. Berbagai program unggulan terus dijalankan, mulai dari pemberian beasiswa bagi mahasiswa, bantuan perlengkapan sekolah seperti sepatu, tas, dan buku gratis, hingga penyediaan laptop untuk guru guna menunjang proses pembelajaran berbasis digital.

Menurut Wali Kota, capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bontang yang berada di kisaran angka 83 menjadi indikator keberhasilan pembangunan di sektor pendidikan. Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan ke depan tidak hanya terkait akademik, tetapi juga persoalan sosial seperti penyalahgunaan narkoba dan dampak negatif teknologi.

“Tantangan teknologi dan isu sosial seperti narkoba harus kita lawan dengan penguatan karakter. Guru memiliki peran sentral dalam pembinaan mental siswa,” tambahnya.

Kegiatan Hardiknas ini juga dimeriahkan dengan penampilan paduan suara dari siswa SDN 006 dan SDN 010 Bontang Selatan yang memukau para peserta. Sebagai bentuk apresiasi, Wali Kota memberikan dana pembinaan kepada para siswa serta mengadakan kuis interaktif yang disambut dengan antusiasme tinggi.

Momentum Hardiknas di Bontang tahun ini menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, guru, siswa, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan pendidikan yang inklusif dan berkualitas. Dengan semangat kebersamaan, harapan untuk melahirkan generasi unggul yang berkarakter kuat semakin nyata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *