Ads
Ads

​Harmoni di GOR Jayabaya: Barongsai Rangkul Santri, UMKM Kediri Ketiban Berkah

KEDIRI,Wnews.co.id— Suasana GOR Jayabaya, Kota Kediri, mendadak riuh oleh gema drum dan simbal pada Sabtu (3/10/2026). Kejuaraan Barongsai Walikota Kediri Cup 2026 resmi digelar untuk pertama kalinya. Ajang ini tidak hanya menyuguhkan atraksi yang memukau, tetapi juga memperlihatkan indahnya pembauran budaya sekaligus menjadi pendorong ekonomi warga.

​Kejuaraan perdana ini diikuti oleh 25 regu dengan total sekitar 400 atlet dan official. Ratusan peserta tersebut memboyong tim terbaiknya dari berbagai daerah, mulai dari Malang, Surabaya, Solo, Yogyakarta, hingga Banten.

​Ada pemandangan unik yang mencuri perhatian saat nama-nama kontestan dipanggil ke arena. Atlet barongsai yang bertanding tidak hanya berasal dari kelompok atau sanggar tertentu, melainkan juga diikuti oleh para pelajar sekolah umum hingga santri dan murid Madrasah Tsanawiyah (MTs).

​Wakil Walikota Kediri, K.H. Qowimuddin Thoha (Gus Qowim), mengapresiasi kehadiran para pelajar madrasah ini sebagai wujud pembauran budaya yang nyata. Kesenian barongsai yang dulunya lekat dengan tradisi Tionghoa, kini telah bertransformasi menjadi olahraga pemersatu tanpa memandang agama maupun latar belakang sekolah.

​”Saat absen peserta tadi, saya terkesima karena ada peserta dari Madrasah Tsanawiyah. Ini adalah wujud pembauran budaya yang luar biasa. Ke depan, barongsai akan semakin disukai semua masyarakat karena mengandung seni, budaya, dan semangat kebersamaan,” ujar Gus Qowim.

​Selain mempererat persaudaraan, tumpah ruahnya ratusan tamu dari luar daerah ini menjadi berkah bagi perekonomian Kota Tahu. Pemerintah Kota Kediri memang sengaja mengemas ajang ini untuk mendorong sport tourism atau pariwisata berbasis olahraga.

​Dampaknya pun langsung terasa nyata. Kamar hotel banyak yang terisi penuh, sementara pedagang UMKM dan pusat oleh-oleh khas Kediri panen rezeki dipadati pembeli.

​”Sesuai semangat sport tourism, kami ingin Kediri terus menjadi tuan rumah yang nyaman untuk acara-acara besar. Semakin banyak pengunjung yang datang, semakin banyak yang belanja kuliner, beli oleh-oleh, dan menginap di sini. Ini tentu menggerakkan ekonomi warga,” jelas Gus Qowim.

​Ketua KONI Kota Kediri, Eko Agus Koko menyambut hangat antusiasme para peserta dan menekankan pentingnya pembinaan atlet secara berkelanjutan bagi cabor baru ini.

​”Ini cabang olahraga baru di bawah KONI. Kami sangat senang melihat banyaknya peserta di kejuaraan pertama ini. Bagi yang belum menang, teruslah berlatih. Yang paling utama, tetap junjung tinggi sportivitas,” tegas Eko Agus Koko.

​Ketua FOBI Jawa Timur, Chandra Wurianto Woo optimis ajang ini mampu mencetak bibit-bibit unggul yang siap berlaga hingga tingkat internasional.

​”Peserta yang datang dari Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Jawa Barat membuktikan bahwa olahraga barongsai berkembang sangat pesat. Semoga kejuaraan ini terus berlanjut untuk mencetak atlet berprestasi,” tutur Chandra.

​Melalui kejuaraan perdana ini, Kota Kediri tidak hanya sukses menggelar kompetisi olahraga, tetapi juga membuktikan perannya dalam merawat kebersamaan dan menggerakkan ekonomi warga.(Ad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *