Kediri,Wnews.co.id– Sebuah rumah sederhana di Jalan Suparjan Mangun Wijaya No. 114, Kelurahan Bujel, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri tampak sunyi usai duka dialami anggota keluarganya. Pintu terkunci, lampu padam. Pemiliknya telah bertolak ke Surabaya, mencari kepastian nasib empat anggota keluarganya yang hilang dalam tragedi tenggelamnya KMP Virgo Transport 8.
Empat warga Bujel itu adalah satu keluarga: Winarsih (48), suaminya Ermanto (41), serta dua buah hati mereka, Amelia Elsa Mahera (16) dan Kayla Ermania Rizky (6). Nama mereka tercatat resmi dalam manifest KMP Virgo Transport 8 rute Surabaya – Banjarmasin yang tenggelam di Perairan Masalembo, Laut Jawa, Minggu dini hari.
Sigit Sugiarto, kakak ipar Winarsih, tak kuasa menyembunyikan kecemasan saat ditemui di rumah duka.
“Rombongan berangkat hari Jumat kemarin. Rencananya ke Kalimantan mau menemui teman dan bekerja di sana. Mereka berangkat empat orang, satu keluarga,” tutur Sigit lirih.
Harapan untuk kehidupan baru di tanah seberang itu kini berubah menjadi penantian panjang yang menyakitkan. Hingga kini, keluarga di Kediri hanya bisa terpaku pada kabar dari posko pencarian di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
“Kami di sini cuma bisa saling menunggu berita terbaru dari posko sana. Semanifest-nya memang benar mereka berempat ada di dalam kapal itu,” katanya.
Musibah ini langsung mendapat atensi serius dari pemerintah setempat. Lurah Bujel, I Wayan Yudiana, membenarkan bahwa keempat korban adalah warganya.
“Benar, salah satu warga kami atas nama Ibu Winarsih masuk dalam manifest kapal yang tenggelam kemarin. Beliau berangkat bersama suami dan dua orang anaknya,” tegas Wayan.
Menurutnya, sesaat setelah kabar kecelakaan merebak, Tim Identifikasi dari Polres Kediri Kota langsung mendatangi rumah duka untuk berkoordinasi dan mendata antemortem korban.
Hari ini, keluarga besar korban telah diberangkatkan ke Surabaya dengan membawa dokumen-dokumen penting untuk proses identifikasi.
“Hari ini pihak keluarga sudah berangkat ke Surabaya dengan membawa sejumlah dokumen pendukung seperti ijazah untuk keperluan pencocokan sidik jari. Untuk prosedur lain seperti tes DNA, kami masih menunggu petunjuk lanjutan dari tim medis dan identifikasi di Surabaya,” jelas Wayan.
Pihak Kelurahan Bujel memastikan akan memberikan pendampingan penuh, mulai dari bantuan transportasi hingga logistik selama proses pencarian dan identifikasi berlangsung.
Sementara itu, di tengah ganasnya ombak Masalembo, Tim SAR gabungan masih terus berjibaku melakukan operasi pencarian. Di Kediri, keluarga besar hanya bisa memanjatkan doa, berharap keajaiban datang dan ada kepastian untuk Winarsih, Ermanto, dan kedua putri kecil mereka.



