SANGATTA – Upaya membangun generasi berkualitas dimulai jauh sebelum anak memasuki bangku sekolah dasar. Di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), penguatan layanan pendidikan anak usia dini terus menunjukkan perkembangan melalui penerapan Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI), yang kini telah menjangkau sekitar 85 persen satuan PAUD di daerah tersebut.
Capaian itu disampaikan Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim, Heri Purwanto, dalam kegiatan Sosialisasi Satuan Pendidikan Anak yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kutim, Jumat (11/9/2026). Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Diskominfo Staper Kutim dan diselenggarakan secara hybrid melalui pertemuan langsung, Zoom Meeting, serta siaran langsung Diskominfo Staper Kutim.
Dalam kesempatan tersebut, Heri menjelaskan bahwa PAUD HI merupakan salah satu program penting untuk mendukung terwujudnya lingkungan pendidikan yang ramah anak. Program ini mengedepankan pendekatan terpadu dengan memperhatikan berbagai kebutuhan dasar anak secara menyeluruh.
“Untuk PAUD HI, sekarang posisinya sudah di angka 85 persen. Jadi dari seluruh satuan PAUD di Kutai Timur, sekitar 85 persen sudah,” ujarnya.
Persentase tersebut menggambarkan perkembangan implementasi PAUD HI di Kutai Timur. Dari keseluruhan satuan pendidikan anak usia dini yang ada, sebagian besar telah menerapkan pendekatan layanan holistik integratif sebagai bagian dari penyelenggaraan pendidikan.
PAUD HI memiliki karakteristik berbeda dibandingkan pendekatan pendidikan yang hanya menitikberatkan pada kegiatan pembelajaran. Melalui program ini, kebutuhan anak dipandang sebagai satu kesatuan yang saling berkaitan, mulai dari pendidikan, kesehatan, pemenuhan gizi, pengasuhan, perlindungan, hingga kesejahteraan.
Pendekatan tersebut penting karena perkembangan anak usia dini tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mengenal huruf, angka, atau keterampilan dasar lainnya. Kondisi kesehatan, lingkungan keluarga, keamanan, serta kualitas interaksi sosial juga berperan dalam membentuk kesiapan anak mengikuti pendidikan pada jenjang berikutnya.
Dengan penerapan PAUD HI, satuan pendidikan didorong untuk memberikan perhatian lebih luas terhadap kebutuhan tumbuh kembang peserta didik. Pelaksanaannya membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar layanan yang diberikan dapat saling mendukung.
Capaian sekitar 85 persen menjadi modal bagi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur untuk memperluas penerapan layanan PAUD terpadu. Meski demikian, masih terdapat ruang untuk meningkatkan jangkauan program agar semakin banyak satuan pendidikan menerapkan pendekatan yang sama.
Penguatan PAUD HI juga berkaitan erat dengan kebijakan Sekolah Ramah Anak yang terus didorong pemerintah daerah. Kedua program tersebut memiliki tujuan yang sejalan, yakni memastikan anak memperoleh layanan pendidikan dalam lingkungan yang mendukung keselamatan, kesehatan, serta perkembangan fisik dan psikologis.
Heri turut mengingatkan bahwa pelaksanaan program pendidikan membutuhkan koordinasi lintas sektor. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tidak dapat bekerja sendiri karena pemenuhan kebutuhan anak melibatkan berbagai bidang pelayanan pemerintah.
“Kolaborasi dan koordinasi sangat penting untuk kita lakukan. Untuk teman-teman satuan pendidikan, jangan hanya menjadi sekolah yang biasa saja apa adanya, tetapi buatlah sekolah itu menjadi sekolah-sekolah yang inovatif dan berprestasi,” tegas Heri.
Ajakan tersebut menjadi pengingat bahwa peningkatan kualitas PAUD bukan hanya mengenai perluasan cakupan program. Setiap satuan pendidikan juga perlu mengembangkan kreativitas dalam memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik.
Inovasi di lingkungan PAUD dapat diarahkan pada penguatan metode pembelajaran, keterlibatan orang tua, pembiasaan perilaku hidup sehat, serta pengembangan lingkungan bermain yang aman dan mendukung pertumbuhan anak.
Selain itu, kerja sama dengan keluarga menjadi unsur penting dalam penerapan PAUD HI. Anak menghabiskan sebagian besar waktunya di lingkungan rumah sehingga keberhasilan pendidikan usia dini membutuhkan kesinambungan antara pengasuhan keluarga dan layanan yang diberikan satuan pendidikan.
Melalui sosialisasi yang melibatkan berbagai instansi dan pengelola PAUD, pemerintah daerah berupaya memperkuat pemahaman mengenai pentingnya pelayanan anak secara menyeluruh. Keselarasan antara program PAUD HI dan Sekolah Ramah Anak diharapkan dapat memperkuat kualitas pendidikan sejak tahap paling awal.
Dengan capaian implementasi sekitar 85 persen, Kutai Timur memiliki landasan untuk melanjutkan perluasan PAUD Holistik Integratif. Penguatan koordinasi, inovasi sekolah, serta keterlibatan keluarga menjadi bagian penting agar setiap anak memperoleh kesempatan tumbuh dan berkembang secara optimal. (ADV/Kutim).


