TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengevaluasi sejumlah kebutuhan penanganan kebakaran setelah musibah yang melanda kawasan Jalan Alimuddin, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong.
Evaluasi tersebut disampaikan Bupati Kukar Aulia Rahman Basri saat meninjau langsung lokasi terdampak kebakaran, Kamis (8/10/2026). Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi warga sekaligus memastikan kebutuhan korban selama masa pemulihan dapat terpenuhi.
Kebakaran yang terjadi pada Senin (5/10/2026) menghanguskan 75 bangunan dan berdampak terhadap 50 kepala keluarga (KK).
Aulia mengatakan penanganan pascakebakaran tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasar warga, tetapi juga menjadi bahan evaluasi terhadap kesiapan fasilitas penunjang di kawasan permukiman padat.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian yakni ketersediaan air untuk mendukung proses pemadaman. Menurutnya, keberadaan fasilitas seperti hidran dan akses air yang memadai diperlukan untuk memperkuat penanganan apabila kebakaran kembali terjadi di kawasan padat penduduk.
“Kita juga berdiskusi dengan teman-teman Damkar, terutama terkait kebutuhan hidran dan air. Ini menjadi salah satu penguatan kita ke depan,” ujar Aulia.
Selain mengevaluasi fasilitas pemadam kebakaran, pemerintah daerah memastikan kebutuhan warga terdampak tetap menjadi prioritas selama masa pemulihan.
Dalam kunjungannya, Aulia berdialog dengan sejumlah korban untuk mengetahui kebutuhan yang masih diperlukan. Salah satu kebutuhan yang disampaikan warga adalah peralatan memasak.
Pemkab Kukar kemudian berkoordinasi dengan Baznas melalui Plt Camat untuk membantu memenuhi kebutuhan tersebut. Bantuan perlengkapan memasak diberikan agar warga dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari di tengah kondisi pascakebakaran.
Aulia menilai keberadaan peralatan memasak menjadi kebutuhan penting bagi korban. Sebab, bantuan bahan makanan tidak akan maksimal apabila warga tidak memiliki perlengkapan untuk mengolahnya.
“Kalau bahan baku masakannya banyak tapi peralatan masaknya tidak ada, bahan makanan tidak bisa terolah dengan baik,” katanya.
Sementara itu, dapur umum yang dikelola BPBD bersama personel Damkar dan relawan masih beroperasi. Dapur tersebut menyediakan makanan bagi warga terdampak maupun relawan dan personel yang terlibat dalam penanganan di lokasi.
Aulia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang sejak awal kejadian terlibat dalam penanganan kebakaran, mulai dari personel Damkar, BPBD, relawan hingga pemerintah kecamatan dan kelurahan.
Ia berharap proses pemulihan warga dapat dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kebutuhan di lapangan.
“Harapan kita proses recovery pascakebakaran ini bisa dilakukan dengan cepat,” ujarnya.
Untuk memperkuat kesiapsiagaan di kawasan permukiman padat, Pemkab Kukar juga memastikan dukungan melalui dana RT pada tahun mendatang tetap dipertahankan.
Menurut Aulia, dukungan tersebut dapat diarahkan untuk memperkuat kebutuhan masyarakat di kawasan padat penduduk, termasuk aspek kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran.
“Dana RT tahun depan tidak kita kurangi. Untuk kawasan-kawasan padat penduduk di Tenggarong, salah satu penguatan kita,” katanya.
Pemkab Kukar selanjutnya akan melanjutkan koordinasi bersama perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan kelurahan, relawan serta masyarakat untuk memastikan proses pemulihan 50 KK terdampak kebakaran berjalan sesuai kebutuhan. (ADV/Diskominfo/Kukar/Ndy).



