Ads
Ads

Perkemahan LT-I SDN 001 Sangatta Selatan Tanamkan Kemandirian

Kutim – Bukan sekadar mengejar gelar juara, Perkemahan Lomba Tingkat I (LT-I) Gerakan Pramuka SD Negeri 001 Sangatta Selatan menjadi panggung pembentukan karakter dan kemandirian generasi muda. Selama dua hari, Kamis (29/10/2026) hingga Jumat (30/10/2026), para penggalang mengikuti beragam perlombaan yang mengasah keterampilan, kreativitas, kedisiplinan, serta semangat persaudaraan dalam suasana penuh kegembiraan.

Kegiatan yang diselenggarakan di lingkungan SDN 001 Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur, tersebut dirancang sebagai bagian dari pembinaan kepramukaan bagi peserta didik tingkat sekolah dasar. Melalui berbagai tantangan dan aktivitas perkemahan, peserta diajak menerapkan nilai-nilai kepramukaan secara langsung, mulai dari bertanggung jawab terhadap tugas, membangun kerja sama dalam regu, hingga membiasakan diri hidup mandiri.

Perkemahan secara resmi dibuka oleh Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Kamabigus) SDN 001 Sangatta Selatan, Kak Syamsudin, MS, S.Pd. Dalam sambutannya, ia mengingatkan bahwa pendidikan kepramukaan memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang berkarakter, disiplin, mandiri, serta mempunyai kemampuan kepemimpinan sejak usia dini.

Berbagai perlombaan disiapkan untuk mengukur keterampilan sekaligus kekompakan setiap regu. Materi yang dilombakan antara lain memasak, senam Pramuka, pioneering atau pembuatan konstruksi sederhana menggunakan tongkat dan tali, serta keterampilan membuat tandu dalam kegiatan jelajah alam.

Masing-masing regu berupaya memberikan penampilan terbaik dengan mengutamakan kekompakan dan sportivitas. Semangat peserta semakin terlihat melalui yel-yel kreatif yang mereka bawakan. Setiap penampilan mencerminkan identitas kelompok, kebanggaan terhadap regu, serta semangat persatuan yang menjadi bagian penting dalam Gerakan Pramuka.

Selain menguji kemampuan melalui perlombaan, peserta memperoleh pengalaman nyata dalam menjalani kehidupan perkemahan. Mereka harus belajar mendirikan tenda, menyiapkan perlengkapan, mengatur kebutuhan kelompok, hingga menyelesaikan berbagai pekerjaan secara bersama-sama. Aktivitas tersebut menjadi latihan sederhana untuk membangun tanggung jawab dan mengurangi ketergantungan kepada orang lain.

Salah satu agenda yang memiliki makna tersendiri adalah pelantikan Penggalang Ramu. Prosesi pelantikan diawali dengan penyiraman air kembang yang menjadi simbol penyucian diri sekaligus kesiapan anggota Pramuka memasuki tahapan baru dalam perjalanan kepramukaan.

Momentum tersebut bukan hanya menandai peningkatan jenjang keanggotaan, melainkan juga mengandung pesan tentang tanggung jawab yang harus dijalankan. Para penggalang diharapkan mampu mengimplementasikan nilai-nilai kepramukaan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

Suasana perkemahan semakin semarak ketika malam tiba. Seluruh regu turut ambil bagian dalam pentas seni dengan menampilkan berbagai kreativitas dan bakat masing-masing. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk melatih keberanian, mengembangkan potensi, sekaligus membangun rasa percaya diri saat tampil di hadapan orang lain.

Dalam rangkaian acara tersebut, panitia juga mengumumkan para pemenang lomba pentas seni. Trofi penghargaan diserahkan langsung oleh Ketua Kwartir Ranting (Kwaran) Sangatta Selatan sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas, kerja keras, dan penampilan para peserta selama mengikuti kegiatan.

Setelah seluruh perlombaan selesai dinilai, panitia menetapkan Regu Teratai sebagai Juara Umum Putri dan Regu Kijang sebagai Juara Umum Putra. Prestasi kedua regu tersebut menjadi hasil dari kedisiplinan, kemampuan, serta kerja sama yang mereka tunjukkan selama mengikuti seluruh rangkaian perlombaan.

Ketua Panitia Perkemahan LT-I SDN 001 Sangatta Selatan, Kak Febriana wulandari, mengungkapkan kebanggaan sekaligus rasa harunya melihat antusiasme para penggalang. Baginya, keberhasilan kegiatan tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya trofi yang berhasil dibawa pulang peserta, tetapi juga perubahan sikap dan perkembangan karakter yang terlihat selama perkemahan.

“Lomba ini adalah proses belajar, dan kemandirian yang mereka tunjukkan adalah kemenangan yang sesungguhnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, melalui kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan kesempatan untuk membiasakan diri mengurus berbagai kebutuhan tanpa terus-menerus mengandalkan bantuan orang lain. Mereka juga belajar menentukan pilihan, menghadapi persoalan, mencari solusi bersama, serta menjalankan tanggung jawab sesuai tugas yang diberikan kepada masing-masing regu.

Menurutnya, sportivitas juga menjadi salah satu nilai penting yang berhasil ditunjukkan para peserta. Walaupun setiap regu memiliki target untuk memenangkan perlombaan, mereka tetap mampu menjaga hubungan persaudaraan dan memberikan dukungan kepada kelompok lainnya.

Persaingan yang berlangsung secara sehat tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan kepramukaan tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi. Lebih dari itu, setiap perlombaan menjadi sarana menanamkan sikap saling menghormati, menghargai kemampuan orang lain, serta membangun mental yang tangguh ketika menghadapi tantangan.

Ia turut menyampaikan penghargaan kepada seluruh panitia, pembina Pramuka, pihak sekolah, dan orang tua peserta yang telah memberikan dukungan. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak menjadi salah satu faktor penting yang membantu seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar.

Perkemahan LT-I kemudian diakhiri melalui upacara penutupan yang dipimpin Ketua Kwartir Ranting Sangatta Selatan, Kak Risky Hariadi, M.Pd. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, termasuk para penggalang yang mengikuti kegiatan dengan penuh semangat hingga akhir acara.

Pelaksanaan kegiatan ini sekaligus mempertegas komitmen SDN 001 Sangatta Selatan dalam menjadikan Gerakan Pramuka sebagai salah satu wadah pendidikan karakter bagi peserta didik. Pengalaman selama perkemahan diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga para penggalang tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, bertanggung jawab, disiplin, dan mampu bekerja sama.

Berakhirnya Perkemahan LT-I bukan berarti berakhir pula proses pembelajaran yang diperoleh para peserta. Gelar juara yang diraih Regu Teratai dan Regu Kijang menjadi bagian dari pencapaian kegiatan, tetapi nilai kemandirian, persaudaraan, kedisiplinan, dan sportivitas menjadi bekal yang jauh lebih bermakna bagi perjalanan mereka ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *