Ads
Ads

SMAN 1 Rantau Pulung Dorong Guru Berinovasi di Kelas

Kutim – Ruang kelas kini tak lagi cukup hanya mengandalkan papan tulis dan buku pelajaran. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, SMA Negeri 1 Rantau Pulung, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), terus mendorong tenaga pendidiknya beradaptasi dengan menghadirkan metode pembelajaran yang lebih kreatif, inovatif, dan interaktif melalui pemanfaatan teknologi digital.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan In House Training (IHT) bertema “Optimalisasi Pembelajaran Digital untuk Meningkatkan Kompetensi dan Kreativitas Guru” yang berlangsung selama tiga hari, mulai Senin (19/10/2026) hingga Rabu (21/10/2026). Kegiatan ini diikuti 21 guru dan tenaga kependidikan dengan menghadirkan Agus Sultonik, M.Pd., sebagai narasumber.

Pelatihan tersebut menjadi salah satu upaya sekolah meningkatkan kemampuan tenaga pendidik dalam menghadapi perubahan dunia pendidikan yang semakin erat dengan pemanfaatan teknologi.

Kepala SMAN 1 Rantau Pulung, Mardawati MZ, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa penguasaan teknologi digital merupakan kebutuhan penting bagi guru dalam menjalankan tugas pembelajaran.

Menurutnya, perkembangan teknologi harus menjadi motivasi bagi tenaga pendidik untuk terus meningkatkan kompetensi, sehingga mampu menciptakan suasana belajar yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik saat ini.

“Alhamdulillah, IHT Pembelajaran Digital yang diikuti guru-guru SMAN 1 Rantau pulung pada hari pertama ini berjalan antusias dan berkesan, karena kami mendapatkan ilmu baru. Di era digitalisasi sekarang, guru harus melek digital dan semangat menimba ilmu serta meng-upgrade kemampuan yang dimiliki,” ujar Mardawati saat diwawancarai media, Senin (19/10/2026).

Ia menjelaskan, kegiatan IHT tidak sekadar menjadi agenda peningkatan kemampuan tenaga pendidik, tetapi juga memberikan kesempatan bagi guru untuk mengenal berbagai pendekatan baru dalam menyampaikan materi pelajaran.

Melalui pelatihan tersebut, guru diharapkan mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana pendukung kegiatan belajar mengajar, sehingga proses pembelajaran tidak berlangsung monoton.

Mardawati juga menyampaikan apresiasi kepada narasumber yang telah memberikan materi sesuai dengan kebutuhan tenaga pendidik dalam menghadapi tantangan pembelajaran digital.

“Ilmu yang sangat diperlukan di dalam kelas agar pembelajaran semakin interaktif,” tambahnya.

Menurutnya, keterampilan menggunakan teknologi perlu terus dikembangkan agar guru semakin percaya diri dalam menerapkan berbagai inovasi pembelajaran.

Sementara itu, narasumber IHT, Agus Sultonik, M.Pd., menekankan bahwa keberhasilan pembelajaran digital tidak semata-mata ditentukan oleh kecanggihan aplikasi maupun perangkat yang digunakan.

Ia menilai, kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran tetap menjadi faktor utama untuk menciptakan proses pendidikan yang berkualitas.

“Teknologi hanyalah alat. Yang menentukan kualitas pembelajaran tetap guru. Karena itu, dalam pelatihan ini kami mengajak bapak dan ibu guru tidak hanya mengenal berbagai aplikasi, tetapi langsung mempraktikkannya agar kelas menjadi lebih interaktif, kreatif, dan menyenangkan bagi siswa,” jelas Agus.

Melalui pendekatan praktik langsung, peserta diajak memahami bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk mendukung penyampaian materi pelajaran secara lebih menarik.

Dengan demikian, guru tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai aplikasi digital, tetapi juga mendapatkan pengalaman dalam mengintegrasikannya ke dalam kegiatan pembelajaran.

Pemanfaatan teknologi dalam pendidikan membuka peluang bagi guru untuk mengembangkan berbagai media pembelajaran, termasuk materi visual, presentasi interaktif, serta aktivitas belajar yang mendorong keterlibatan siswa.

Namun, penerapan teknologi tetap perlu disesuaikan dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik peserta didik agar penggunaannya memberikan manfaat yang optimal.

Selain meningkatkan keterampilan individu, kegiatan IHT juga menjadi ruang bagi para guru untuk saling berbagi pengalaman dan memperluas wawasan mengenai strategi pembelajaran.

Kolaborasi antartenaga pendidik tersebut diharapkan mampu membangun lingkungan sekolah yang lebih terbuka terhadap inovasi dan perkembangan teknologi.

Bagi SMAN 1 Rantau Pulung, peningkatan kompetensi guru merupakan bagian penting dalam upaya menjaga kualitas pendidikan di tengah perubahan zaman.

Sekolah berharap pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan tidak berhenti pada kegiatan IHT, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam aktivitas belajar mengajar.

Dengan melibatkan 21 guru dan tenaga kependidikan, kegiatan ini menjadi langkah untuk memperkuat kesiapan sekolah menghadapi tantangan pendidikan berbasis digital.

Melalui IHT tersebut, SMAN 1 Rantau Pulung berharap seluruh tenaga pendidik semakin terampil memanfaatkan teknologi, sehingga mampu menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya informatif, tetapi juga kreatif, interaktif, dan menyenangkan bagi siswa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *