Kutim – Bekal keterampilan menjadi salah satu “tiket” penting bagi pencari kerja untuk memasuki dunia industri. Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Balai Latihan Kerja (BLK) kembali membuka empat bidang pelatihan dengan kapasitas masing-masing 16 peserta.
Empat pelatihan yang dibuka meliputi mekanik alat berat, menjahit pakaian wanita dewasa, pengelolaan administrasi perkantoran, dan teknisi pendingin udara atau AC. Tahapan seleksi peserta masih berlangsung, termasuk melalui tes tertulis untuk menentukan peserta yang akan mengikuti program selama sekitar satu bulan.
“Jadi kemarin itu empat jurusan itu ada mekanik alat berat, menjahit pakaian wanita dewasa, pengelola administrasi perkantoran, dan teknisi AC. Jadi ada empat jurusan ini yang baru dibuka dan hari ini masih tes tertulis,” kata Kepala Distransnaker Kutim Sulisman saat diwawancarai di ruang kerjanya, Kamis (17/9/2026).
Menurut Sulisman, setiap bidang pelatihan menyediakan tempat bagi 16 peserta. Dengan empat jurusan yang dibuka, jumlah peserta yang dapat mengikuti program tersebut mencapai 64 orang apabila seluruh kuota terpenuhi.
“Peserta masing-masing itu 16. Lamanya satu bulan,” ujarnya.
Pelatihan tersebut diarahkan untuk memberikan keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan peserta ketika mencari pekerjaan maupun mengembangkan usaha secara mandiri. Pemilihan bidang pelatihan juga mempertimbangkan kebutuhan keterampilan di dunia kerja, terutama di wilayah Kutim yang memiliki aktivitas industri dan pertambangan.
Bidang mekanik alat berat, misalnya, memiliki keterkaitan dengan kebutuhan industri yang menggunakan berbagai jenis peralatan berat. Sementara keterampilan administrasi perkantoran dapat digunakan pada berbagai sektor usaha. Pelatihan menjahit dan teknisi AC juga memberikan keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi jasa maupun usaha mandiri.
Dalam menjalankan pelatihan, BLK Kutim telah memiliki instruktur pada sejumlah bidang keterampilan. Sulisman menyebut terdapat 12 jurusan yang memiliki tenaga instruktur, sehingga sebagian besar program dapat dilaksanakan menggunakan sumber daya manusia yang dimiliki sendiri.
Keberadaan pelatihan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kesiapan pencari kerja sebelum memasuki perusahaan. Peserta tidak hanya membutuhkan kesempatan kerja, tetapi juga keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja.
Distransnaker berharap peserta yang telah mengikuti pelatihan memiliki kompetensi yang lebih baik sehingga mampu bersaing dalam proses perekrutan. Keterampilan yang diperoleh juga diharapkan menjadi modal untuk menciptakan sumber penghasilan secara mandiri apabila belum memperoleh pekerjaan di perusahaan.
Dengan pembukaan empat bidang tersebut, BLK Kutim melanjutkan program peningkatan kualitas sumber daya manusia lokal. Pemerintah daerah berharap pelatihan dapat mempertemukan kebutuhan keterampilan pencari kerja dengan kompetensi yang dibutuhkan dunia usaha di Kutai Timur. (ADV).



