Ads

Dukcapil Bontang Jemput Bola ke Sekolah, Pelajar Usia 17 Tahun Tak Perlu Antre Rekam KTP

BONTANG — Tak ingin pelajar harus meninggalkan aktivitas belajar hanya untuk mengurus dokumen kependudukan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bontang menghadirkan pelayanan langsung ke sekolah.

Program tersebut menjadi salah satu upaya Disdukcapil Bontang meningkatkan cakupan kepemilikan KTP elektronik, khususnya bagi warga yang memasuki usia pemula atau 17 tahun.

Kepala Disdukcapil Kota Bontang Budiman melalui Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) dan Pemanfaatan Data, Muhammad Thamrin, mengatakan pihaknya memiliki database warga yang akan memasuki usia 17 tahun.

“Anak-anak yang berusia 17 tahun ini berada di sekolah, biasanya SMA kelas 2 atau kelas 3. Di situlah kami turun. Kami mempunyai database, jadi kami tahu anak mana saja yang sudah berumur 17 tahun di setiap sekolah,” kata Thamrin.

Melalui program Dukcapil Goes to School, petugas Disdukcapil bekerja sama dengan pihak sekolah untuk melakukan perekaman KTP elektronik secara kolektif.

Dengan pola tersebut, pelajar tidak perlu bergantian meninggalkan sekolah untuk datang ke kantor Disdukcapil. Petugas justru mendatangi sekolah sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Menariknya, pelayanan tidak hanya menyasar pelajar yang sudah genap berusia 17 tahun. Pelajar berusia 16 tahun juga dapat melakukan perekaman biometrik terlebih dahulu.

“Kalau yang 16 tahun, kita rekam saja biometrik. Nanti pada saat tepat 17 tahun, dia tinggal mengambil KTP-nya saja, atau kami yang mengantarkan ke sekolah,” jelasnya.

Sementara bagi pelajar yang telah berusia 17 tahun, hasil perekaman dapat langsung diproses untuk penerbitan KTP elektronik.

Thamrin menjelaskan, langkah tersebut bukan sekadar mempercepat kepemilikan dokumen kependudukan, tetapi juga memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai pentingnya memiliki identitas resmi.

“KTP ini banyak keperluannya. Bisa untuk membuat SIM, membuka rekening, mengurus BPJS dan pelayanan publik lainnya. Semuanya berawal dari identitas kependudukan,” ujarnya.

Selain melakukan perekaman, petugas Disdukcapil juga memberikan sosialisasi kepada pelajar mengenai fungsi dan manfaat KTP elektronik.

Dengan pelayanan jemput bola tersebut, Disdukcapil Bontang berharap tidak ada lagi pelajar yang telah memasuki usia wajib KTP namun belum melakukan perekaman.

Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Disdukcapil untuk menghadirkan pelayanan administrasi kependudukan yang lebih dekat, mudah dan sesuai kebutuhan masyarakat.(ADV).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *