Ads

Tangani Anak Terlantar hingga Pengemis, Dinsos Bontang Terapkan Penanganan Terpadu

BONTANG — Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bontang menerapkan pola penanganan terpadu terhadap masyarakat rentan, mulai dari anak terlantar, gelandangan, pengemis hingga warga yang membutuhkan perlindungan sosial.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap warga yang ditemukan dalam kondisi rentan tidak hanya mendapatkan penertiban, tetapi juga ditangani berdasarkan kondisi dan kebutuhan masing-masing.

Kepala Dinsos Kota Bontang, Ahmad Yani, mengatakan penanganan masyarakat rentan dilakukan melalui koordinasi dengan sejumlah perangkat daerah dan instansi terkait.

Menurutnya, mekanisme tersebut telah dituangkan dalam Standar Operasional Prosedur (SOP) terpadu. Dengan pola itu, setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti melalui asesmen untuk mengetahui kondisi, identitas hingga asal-usul warga yang ditemukan.

“Orang terlantar pasti nanti kita komunikasi dengan kependudukan. Ini orang mana untuk direkam,” jelas Ahmad Yani.

Setelah identitas diketahui, Dinsos akan menentukan langkah penanganan sesuai kondisi warga tersebut. Apabila warga yang ditemukan berasal dari daerah lain dan masih memiliki keluarga, koordinasi dapat dilakukan untuk memastikan yang bersangkutan dapat kembali kepada keluarganya.

Sementara apabila tidak ditemukan keluarga yang dapat menerima atau menangani, Dinsos dapat berkoordinasi dengan pemerintah provinsi sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.

Penanganan juga disesuaikan ketika yang ditemukan merupakan anak di bawah umur. Dalam kondisi tersebut, Dinsos akan berkoordinasi dengan instansi terkait yang memiliki kewenangan dalam perlindungan anak.

Ahmad Yani menegaskan, pola terpadu tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memberikan perlindungan sosial secara lebih tepat kepada masyarakat rentan.

Dengan adanya koordinasi lintas instansi, penanganan diharapkan tidak berhenti pada tindakan di lapangan, tetapi dilanjutkan dengan asesmen dan solusi sesuai permasalahan yang dihadapi setiap warga.

“Jadi tidak sekadar kita tertibkan, tetapi kita lihat permasalahannya, kemudian kita tentukan penanganannya,” pungkasnya. (ADV).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *