BONTANG — Di balik penyaluran bantuan sosial yang tepat sasaran, terdapat pekerjaan besar yang tidak selalu terlihat: memastikan data masyarakat benar-benar menggambarkan kondisi di lapangan.
Hal itu menjadi perhatian Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) Kota Bontang. Kepala Dinsos Bontang, Ahmad Yani, mengungkapkan pihaknya memiliki data sosial tersendiri yang jumlahnya hampir mencapai 17 ribu data, sebagai data hasil verifikasi dan validasi tim yang di bentuk oleh Pemkot Bontang pada tahun 2025.
Data tersebut telah dikelompokkan berdasarkan keluarga dan wilayah kecamatan sehingga dapat menjadi salah satu bahan bagi pemerintah daerah dalam membaca kondisi sosial masyarakat.
“Hampir 17 ribu. Itu sudah dibagikan masing-masing kelurahan dan kecamatan,” kata Ahmad Yani.
Menurutnya, keberadaan data tersebut penting untuk mendukung proses verifikasi dan pemutakhiran data penerima maupun calon penerima program sosial. Namun, Dinsos tidak berjalan sendiri. Data yang dimiliki pemerintah daerah tetap diselaraskan dengan sistem data yang ditetapkan pemerintah pusat.
Ketika ditemukan adanya perbedaan antara data dan kondisi nyata di lapangan, pemerintah daerah memiliki ruang untuk melakukan verifikasi serta mengusulkan perubahan melalui mekanisme yang berlaku.
Ahmad Yani menegaskan, data sosial bukanlah sesuatu yang bersifat permanen. Kondisi masyarakat dapat berubah sewaktu-waktu, mulai dari perubahan ekonomi, perpindahan tempat tinggal, perubahan anggota keluarga hingga kondisi sosial lainnya.
Karena itu, proses pemutakhiran menjadi bagian penting dalam memastikan kebijakan perlindungan sosial tidak hanya berpatokan pada angka di dalam sistem.
Dinsos juga terus mendorong keterlibatan kelurahan dan RT untuk membantu memastikan informasi yang tercatat sesuai dengan kondisi masyarakat sebenarnya.
“Yang kami lakukan adalah verifikasi dan mengusulkan penggunaan data sesuai mekanisme,” ujarnya.
Dengan penguatan basis data tersebut, Dinsos Bontang berharap program perlindungan sosial dapat semakin terarah, transparan, sekaligus mampu menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.(ADV/Bontang).


