Bontang – Riuh tepuk tangan menjadi penutup manis sebuah perjalanan kompetisi yang tak sekadar soal menang dan kalah. Turnamen Bulutangkis SETDA Cup I Tahun 2026 resmi ditutup oleh Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, dalam seremoni yang digelar di Gedung The N’Three Badminton pada Sabtu (18/4/2026) malam.
Ajang yang telah berlangsung sejak Selasa (14/4/2026) ini menjadi magnet bagi puluhan atlet lokal, dengan total sekitar 90 pasangan peserta yang ambil bagian dalam dua kategori utama. Penutupan turut dihadiri sejumlah pejabat dan mitra strategis, di antaranya Pj Sekda Akhmad Suharto, Kepala Dispoparekraf Eko Mashudi, Kepala Bank BPD Kaltimtara Arie Herlambang, serta perwakilan PT Pupuk Kaltim, Muhammad Taufik. Hadir pula jajaran pengurus PBSI Kota Bontang yang menjadi bagian penting dalam suksesnya kegiatan ini.
Dalam sambutannya, Agus Haris menegaskan bahwa turnamen ini memiliki makna lebih dari sekadar kompetisi olahraga. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi wadah strategis dalam mempererat hubungan antarinstansi sekaligus mendukung program pembangunan daerah melalui pendekatan kebersamaan.
“Alhamdulillah, kita diberikan kekuatan untuk menuntaskan turnamen ini dengan sukses. Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh kontributor. Kami berharap dukungan kolektif seperti ini terus berlanjut guna mengakselerasi pembangunan di Kota Bontang,” ujar Agus Haris.
Pernyataan tersebut mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem olahraga yang sehat dan berkelanjutan. Turnamen ini bukan hanya menjadi ajang adu kemampuan, tetapi juga sarana memperkuat sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan komunitas olahraga.
Panitia pelaksana dalam laporannya menyampaikan bahwa selama lima hari penyelenggaraan, para peserta menunjukkan tingkat sportivitas yang tinggi. Kompetisi berjalan dengan ketat, namun tetap menjunjung nilai persaudaraan. Hal ini menjadi indikator positif bagi perkembangan bulutangkis di Kota Bontang, sekaligus menegaskan bahwa potensi atlet lokal cukup menjanjikan untuk dikembangkan ke level yang lebih tinggi.
Selain itu, penyelenggara juga mengakui adanya sejumlah kekurangan teknis selama pelaksanaan. Namun, hal tersebut dijadikan bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan. Panitia berkomitmen menjadikan SETDA Cup sebagai agenda tahunan yang lebih profesional dan representatif, baik dari sisi penyelenggaraan maupun kualitas peserta.
Turnamen ini juga memiliki peran strategis dalam memasyarakatkan olahraga di kalangan aparatur pemerintah dan instansi vertikal lainnya. Dengan meningkatnya partisipasi, diharapkan olahraga bulutangkis dapat menjadi gaya hidup sehat sekaligus sarana pembinaan atlet berbakat di daerah.
Rangkaian penutupan ditandai dengan penyerahan penghargaan kepada para juara, dilanjutkan pertandingan eksibisi yang melibatkan langsung Wakil Wali Kota Bontang. Momen tersebut menjadi simbol berakhirnya SETDA Cup I sekaligus penegasan komitmen untuk melanjutkan tradisi positif ini di masa mendatang.


