Ads
Ads

Akses Sulit, Wisata Batu Dinding di Telen Masih Didominasi Warga Lokal

Kutim – Pesona wisata alam Batu Dinding di Desa Marah Haloq, Kecamatan Telen, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), masih menghadapi tantangan untuk menjangkau wisatawan dari luar daerah. Di balik potensi keindahan alam yang dimilikinya, keterbatasan akses transportasi menjadi salah satu penghambat pengembangan destinasi tersebut. Akibatnya, kawasan wisata ini hingga sekarang masih lebih banyak dikunjungi masyarakat lokal.

Camat Telen, Margayawaty, mengungkapkan bahwa Batu Dinding merupakan salah satu potensi wisata alam yang berada di wilayah administrasi Kecamatan Telen. Namun, keberadaan destinasi tersebut belum mampu menarik kunjungan wisatawan secara luas karena kondisi infrastruktur menuju lokasi masih membutuhkan perhatian. Pemerintah kecamatan pun menilai perbaikan akses, terutama penyelesaian pembangunan jembatan, menjadi kebutuhan penting untuk mendukung pengembangan kawasan wisata tersebut.

“Di Desa Marah Haloq itu Batu Dinding. Biasanya masyarakat lokal saja yang ke situ,” kata Margayawaty saat dihubungi melalui sambungan telephone, Jumat (11/09/2026).

Menurutnya, keberadaan Batu Dinding sebenarnya menjadi salah satu aset wisata yang berpeluang dikembangkan. Akan tetapi, potensi tersebut belum dapat dimanfaatkan secara maksimal apabila akses menuju kawasan masih sulit dilalui.

Kondisi geografis wilayah pedalaman Kutai Timur menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam pembangunan infrastruktur penghubung antarkawasan. Ketersediaan jalan dan jembatan yang memadai memiliki peran penting dalam memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus membuka peluang pengembangan sektor pariwisata.

“Karena aksesnya susah, makanya kami perlu jembatan itu selesai,” ujarnya.

Margayawaty menegaskan bahwa penyelesaian infrastruktur penghubung menjadi kebutuhan yang berkaitan langsung dengan kemudahan masyarakat maupun calon wisatawan untuk menjangkau Batu Dinding. Tanpa dukungan akses yang memadai, pengembangan destinasi wisata alam tersebut berpotensi berjalan lebih lambat.

Sebagai bagian dari upaya mendorong pembangunan infrastruktur, Kecamatan Telen kembali diminta menyiapkan proposal usulan untuk tahun anggaran 2027. Dokumen tersebut diharapkan dapat menjadi dasar pengajuan kebutuhan pembangunan, termasuk infrastruktur yang menunjang akses menuju kawasan Batu Dinding.

Usulan pembangunan tersebut menjadi langkah administratif yang penting agar kebutuhan infrastruktur di wilayah Kecamatan Telen dapat masuk dalam pembahasan perencanaan pembangunan daerah. Meski demikian, realisasi pekerjaan tetap bergantung pada proses pembahasan, penetapan prioritas, serta ketersediaan anggaran pemerintah daerah.

Secara geografis, Kecamatan Telen merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Wilayah ini memiliki karakter kawasan pedalaman dengan sejumlah desa yang membutuhkan dukungan konektivitas transportasi untuk menunjang aktivitas masyarakat dan pengembangan potensi ekonomi setempat.

Dalam konteks pembangunan daerah, ketersediaan infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan tidak hanya berfungsi sebagai sarana penghubung. Infrastruktur tersebut juga menjadi faktor penting dalam memperlancar distribusi barang, meningkatkan akses pelayanan publik, serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Hal serupa berlaku bagi pengembangan sektor pariwisata. Kemudahan akses merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi keputusan wisatawan ketika memilih destinasi. Kawasan dengan potensi alam menarik tetap membutuhkan jalur transportasi yang layak agar dapat dikunjungi secara lebih mudah dan aman.

Apabila akses menuju Batu Dinding semakin baik, peluang kunjungan wisatawan dari luar Desa Marah Haloq maupun wilayah Kecamatan Telen berpotensi meningkat. Kondisi tersebut juga dapat membuka kesempatan bagi masyarakat setempat untuk mengembangkan kegiatan ekonomi pendukung pariwisata.

Peluang usaha yang dapat tumbuh antara lain penyediaan makanan dan minuman, jasa transportasi lokal, pemandu wisata, hingga usaha kecil yang menawarkan produk khas masyarakat setempat. Namun, pengembangan kegiatan tersebut tetap memerlukan perencanaan agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Selain pembangunan akses, pengembangan destinasi wisata alam juga membutuhkan perhatian terhadap fasilitas pendukung, pengelolaan kebersihan, keselamatan pengunjung, serta pelestarian lingkungan. Aspek-aspek tersebut penting agar peningkatan aktivitas wisata tidak justru menimbulkan tekanan terhadap kondisi alam di sekitar kawasan.

Keterlibatan masyarakat Desa Marah Haloq juga berpotensi menjadi bagian penting dalam pengembangan Batu Dinding. Dengan pengelolaan yang melibatkan warga, sektor pariwisata dapat diarahkan untuk memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga karakter dan kelestarian lingkungan setempat.

Meski demikian, hingga kini belum tersedia informasi terperinci dalam keterangan Camat Telen mengenai jumlah kunjungan wisatawan, kebutuhan anggaran penyelesaian jembatan, maupun target waktu pembangunan infrastruktur tersebut. Data tersebut diperlukan untuk memberikan gambaran lebih lengkap mengenai skala kebutuhan pengembangan wisata Batu Dinding.

Pemerintah Kecamatan Telen berharap usulan infrastruktur untuk tahun 2027 dapat menjadi bagian dari langkah penyelesaian persoalan akses di wilayahnya. Perbaikan konektivitas dinilai penting bukan hanya untuk kepentingan pariwisata, tetapi juga untuk menunjang mobilitas dan aktivitas sehari-hari masyarakat.

Dengan potensi alam yang dimiliki, Batu Dinding di Desa Marah Haloq masih menyimpan peluang untuk dikembangkan sebagai salah satu tujuan wisata di Kecamatan Telen. Namun, keberhasilan pengembangannya akan sangat bergantung pada dukungan infrastruktur, terutama penyelesaian akses penghubung yang selama ini menjadi kendala utama. (ADV/KUTIM).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *