Samarinda – Wakil rakyat tak cukup hanya terdengar suaranya di ruang rapat. Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Samarinda H. Viktor Yuan, SH, MH bersama jajaran Fraksi Demokrat Samarinda mengikuti Bimbingan Teknis Nasional Partai Demokrat di Jakarta sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas, wawasan, dan kualitas kerja legislator dalam melayani masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Samarinda diwakili H. Viktor Yuan, SH, MH, dr. Sri Puji Astuti, M. Andriansyah, Hj. Marlina, dan Agus Triyono. Kelima legislator itu bergabung dengan pimpinan serta anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Provinsi, Kabupaten, dan Kota dari berbagai daerah di Indonesia.
Bimbingan Teknis Nasional yang digelar Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat tersebut berlangsung pada 7–10 September 2026. Rangkaian utama kegiatan dipusatkan di Ballroom Redtop Hotel & Convention Center, Jakarta.
Bimteknas mengusung tema “Seperempat Abad Demokrat: Prakarsa Keadilan Negeri, Memajukan Ekonomi, Menajamkan Kapasitas dalam Mengawal Demokrasi.” Tema tersebut menjadi bagian dari momentum 25 tahun perjalanan Partai Demokrat sekaligus mencerminkan upaya partai memperkuat kompetensi kader yang mendapat amanah sebagai anggota legislatif.
Bagi Viktor, peningkatan kapasitas anggota DPRD bukan sekadar kebutuhan administratif. Bekal pengetahuan, kemampuan membaca arah kebijakan, pemahaman terhadap pengelolaan pemerintahan, serta kepekaan terhadap persoalan masyarakat menjadi modal penting agar tugas dan kewenangan anggota legislatif benar-benar memberikan dampak di daerah.
“Sebagai anggota DPRD, kami harus hadir setiap hari di tengah masyarakat serta menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan dengan baik sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Viktor dalam keterangannya terkait pelaksanaan Bimteknas Demokrat sebelumnya pada Senin (13/7/2026).
Pernyataan tersebut menggambarkan arah yang terus dibawa Viktor dalam menjalankan perannya sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Samarinda. Menurutnya, keberadaan anggota legislatif semestinya tidak berhenti pada aktivitas formal di gedung DPRD, tetapi juga diwujudkan melalui kedekatan dengan masyarakat dan keberpihakan terhadap persoalan yang mereka hadapi.
Keikutsertaan Viktor bersama Sri Puji Astuti, M. Andriansyah, Marlina, dan Agus Triyono dalam Bimteknas Nasional Demokrat menjadi bagian dari upaya Fraksi Demokrat Samarinda menjaga kualitas kerja kelembagaan. Forum tersebut memberikan ruang bagi para peserta untuk memperbarui wawasan mengenai tugas legislatif sekaligus bertukar pengalaman dengan anggota DPRD Demokrat dari daerah lain.
Viktor juga menekankan bahwa seorang wakil rakyat harus mampu menempatkan diri sebagai pribadi yang memberi manfaat kepada masyarakat. Kedekatan dengan warga, menurutnya, harus menjadi bagian dari kerja politik sehari-hari dan tidak hanya dibangun ketika memasuki momentum pemilihan umum.
“Pesan utamanya adalah bagaimana anggota DPRD harus memosisikan diri menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat. Kami harus lebih dekat dengan masyarakat, menyampaikan pesan-pesan partai dengan baik, dan yang paling penting bukan hanya hadir saat lima tahun sekali menjelang pemilu, tetapi terus bersama masyarakat selama masa tugas sebagai wakil rakyat,” ujarnya.
Semangat tersebut menjadi relevan dengan materi yang diterima para peserta dalam Bimteknas Nasional Demokrat 2026 di Jakarta. Pembekalan mencakup penguatan kapasitas anggota legislatif, tata kelola pemerintahan, demokrasi, pembangunan, hingga sejumlah isu strategis yang berkaitan langsung dengan fungsi DPRD.
Materi tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan Viktor dan jajaran Fraksi Demokrat DPRD Samarinda ketika kembali menjalankan tugas di daerah. Sebab, tantangan yang dihadapi anggota DPRD semakin kompleks seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan publik serta tuntutan terhadap pemerintahan yang transparan dan efektif.
Sebagai ibu kota Kalimantan Timur, Samarinda menghadapi beragam persoalan pembangunan yang membutuhkan perhatian serius DPRD. Persoalan infrastruktur, penanganan banjir, pelayanan pendidikan dan kesehatan, penguatan ekonomi masyarakat, penataan kota, hingga efektivitas penggunaan anggaran menjadi bagian dari pekerjaan yang membutuhkan pengawasan legislatif.
Dalam konteks tersebut, Viktor menempatkan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan sebagai instrumen penting anggota DPRD dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat. Kemampuan memahami aturan dan arah kebijakan diperlukan agar setiap keputusan yang dibuat DPRD mempunyai hubungan nyata dengan kebutuhan warga.
Kehadiran lima legislator Demokrat Samarinda dalam forum nasional itu juga menunjukkan bahwa penguatan kapasitas tidak hanya bertumpu pada ketua fraksi. Setiap anggota memiliki tanggung jawab untuk memperdalam pemahaman sesuai bidang dan tugas masing-masing sehingga kerja fraksi dapat dilakukan secara kolektif.
Selain Fraksi Demokrat DPRD Kota Samarinda, Kalimantan Timur juga mengirimkan peserta dari DPRD Provinsi Kalimantan Timur serta sejumlah kabupaten dan kota. Peserta antara lain berasal dari Berau, Kutai Barat, Kutai Timur, Mahakam Ulu, Paser, Penajam Paser Utara, Balikpapan, dan Bontang.
Pertemuan legislator dari berbagai daerah tersebut turut membuka ruang pertukaran pengalaman mengenai persoalan pembangunan masing-masing wilayah. Pengalaman satu daerah dapat menjadi referensi bagi daerah lain dalam menjalankan fungsi pengawasan, menyusun regulasi, maupun mengawal kebijakan anggaran.
Bagi Viktor dan jajaran Fraksi Demokrat Samarinda, forum semacam itu dapat menjadi tambahan perspektif dalam menghadapi dinamika pembangunan Kota Samarinda. Beragam pengalaman peserta dari berbagai daerah dapat digunakan untuk memperkaya pendekatan dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat di DPRD.
Sebelumnya, Viktor juga menekankan bahwa kedekatan seorang anggota DPRD dengan masyarakat harus dibuktikan melalui kerja nyata. Menyerap aspirasi, memahami persoalan warga, hingga mendorong penyelesaian melalui kewenangan legislatif menjadi bagian dari tanggung jawab yang harus dijalankan secara konsisten.
Atas dasar itu, Bimteknas diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan harus dapat diterjemahkan ke dalam kualitas kerja setelah seluruh peserta kembali ke daerah masing-masing.
“Kami berharap Bimteknas di Pacitan menjadi penyemangat bagi seluruh anggota Fraksi Partai Demokrat, khususnya di Kota Samarinda, untuk menjalankan amanah sebagai wakil rakyat dengan lebih baik. Kehadiran kami bukan semata-mata untuk meraih kemenangan politik, tetapi bagaimana menjadi anggota DPRD yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” kata Viktor dalam pernyataannya pada Bimteknas sebelumnya.
Pesan tersebut kembali menemukan relevansinya dalam Bimteknas Nasional Demokrat di Jakarta. Bagi Fraksi Demokrat Samarinda, peningkatan kapasitas harus bermuara pada penguatan kualitas legislasi, ketepatan penganggaran, serta pengawasan terhadap jalannya program dan kebijakan Pemerintah Kota Samarinda.
Viktor juga memandang hubungan antara anggota DPRD dan masyarakat perlu terus dijaga selama masa jabatan. Aspirasi warga tidak cukup hanya didengar, tetapi harus diperjuangkan dalam pembahasan kebijakan dan anggaran sesuai kewenangan DPRD.
Kehadiran Viktor Yuan, Sri Puji Astuti, M. Andriansyah, Marlina, dan Agus Triyono dalam Bimteknas Nasional Demokrat 2026 menjadi bagian dari komitmen Fraksi Demokrat Samarinda untuk terus meningkatkan kualitas sebagai wakil rakyat.
Melalui forum tersebut, Fraksi Demokrat DPRD Samarinda diharapkan membawa pulang pengetahuan, perspektif, dan semangat baru untuk memperkuat kerja di parlemen. Bagi Viktor, muara dari peningkatan kapasitas tetap terletak pada satu tujuan utama, yakni memastikan kehadiran anggota DPRD benar-benar dirasakan dan memberi manfaat bagi masyarakat Kota Samarinda.



