SANGATTA – Dukungan pembiayaan menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga keberlangsungan layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Nonformal (PNF) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim).
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim menyalurkan dukungan melalui berbagai skema bantuan, baik yang bersumber dari program pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal Disdikbud Kutim, Heri Purwanto, S.Pd.AUD., M.Pd., menjelaskan, program dari pemerintah pusat mencakup Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP), yang terdiri atas skema reguler, kinerja, dan afirmasi sesuai ketentuan program.
Sementara itu, pemerintah daerah juga memiliki bantuan operasional pendidikan untuk PAUD dan pendidikan nonformal, termasuk program pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C.
“Bantuan operasional pendidikan dari daerah itu untuk PAUD dan PNF atau Paket ABC. Sasarannya peserta didik,” ujar Heri saat diwawancarai di Kantor Bidang PAUD dan PNF Disdikbud Kutim, Senin (28/9/2026).
Selain dukungan operasional, Disdikbud Kutim juga menjalankan program bantuan yang menyasar kelembagaan, seperti sarana dan prasarana, pembangunan ruang kelas baru, rehabilitasi, serta revitalisasi satuan pendidikan.
“Dukungan bagi peserta didik juga mencakup bantuan seragam dan perlengkapan awal atau starter kit sesuai program yang dilaksanakan,” jelasnya.
Menurut Heri, bantuan tersebut perlu dilihat sebagai bagian dari upaya memperkuat layanan pendidikan secara menyeluruh. Keberlangsungan kegiatan belajar tidak hanya bergantung pada ketersediaan tenaga pendidik, tetapi juga pada dukungan operasional dan kondisi fasilitas sekolah.
Pada pendidikan nonformal, layanan pendidikan kesetaraan memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh pendidikan melalui jalur di luar sekolah formal. Karena itu, dukungan terhadap lembaga penyelenggara menjadi penting agar kegiatan belajar dapat berlangsung secara berkelanjutan.
“Meski demikian, efektivitas bantuan perlu didukung pendataan penerima yang akurat, pemanfaatan anggaran sesuai peruntukan, dan evaluasi terhadap hasil program,” terangnya.
Disdikbud Kutim diharapkan terus memastikan bantuan yang tersedia menjangkau satuan pendidikan sesuai kebutuhan, sekaligus mendorong peningkatan mutu layanan bagi peserta didik di berbagai wilayah.
Dengan dukungan pembiayaan yang terarah, PAUD dan pendidikan nonformal diharapkan mampu menyediakan layanan yang semakin inklusif dan berkualitas. (ADV/Kutim).


