Ads
Ads

Disdikbud Kutim Tekankan Pembelajaran PAUD Harus Mendalam dan Menyenangkan

SANGATTA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menekankan pentingnya penerapan kurikulum yang sesuai dengan ketentuan serta kebutuhan perkembangan anak dalam proses pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal Disdikbud Kutim, Heri Purwanto, S.Pd.AUD., M.Pd., mengatakan setiap satuan pendidikan wajib memiliki kurikulum sebagai pedoman dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar.

Menurutnya, pembelajaran tidak cukup hanya berorientasi pada penyampaian materi. Guru juga perlu memastikan proses belajar berlangsung secara mendalam dan menyenangkan bagi anak.

“Kami menginstruksikan kepada setiap satuan pendidikan agar pembelajaran dilakukan secara mendalam dan wajib menyenangkan bagi setiap murid atau anak,” kata Heri saat diwawancarai di Kantor Bidang PAUD dan PNF Disdikbud Kutim, Senin (28/9/2026).

Heri menjelaskan, Disdikbud Kutim terus berkoordinasi dengan pengawas dan penilik untuk memantau kurikulum yang digunakan satuan pendidikan. Koordinasi tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan proses pembelajaran berjalan sesuai pedoman yang berlaku.

“Keberadaan kurikulum penting agar kegiatan belajar memiliki arah, tujuan, serta metode yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik,” imbuhnya.

Dalam transkrip wawancara, Heri menyebut Kurikulum 2013 dan kurikulum yang disebutnya RDK sebagai pilihan yang dapat digunakan dengan pendekatan pembelajaran mendalam dan menyenangkan. Namun, nomenklatur kurikulum tersebut perlu dikonfirmasi kembali agar sesuai dengan kebijakan kurikulum nasional yang berlaku pada tahun ajaran berjalan.

“Pada jenjang PAUD, proses pembelajaran memiliki karakteristik tersendiri karena anak berada dalam fase perkembangan awal. Kegiatan bermain, eksplorasi, interaksi, dan pembiasaan menjadi bagian penting dalam mendukung perkembangan kemampuan anak,” ujarnya.

Karena itu, penerapan kurikulum perlu diterjemahkan ke dalam kegiatan yang sesuai usia dan tidak membebani anak dengan pendekatan pembelajaran yang semata-mata berorientasi pada kemampuan akademik.

“Selain memastikan kurikulum tersedia, peningkatan kompetensi guru juga dibutuhkan agar pendidik mampu merancang kegiatan belajar yang relevan dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan setiap peserta didik,” tandasnya.

Melalui koordinasi dengan pengawas dan penilik, Disdikbud Kutim berharap penerapan kurikulum di satuan PAUD semakin terarah dan kualitas pembelajaran dapat terus ditingkatkan. (ADV/Kutim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *