SANGATTA – Semangat olahraga di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus dipacu menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur (Kaltim) 2026 di Kabupaten Paser. Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, berharap momentum peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2026 menjadi suntikan motivasi bagi para atlet untuk meningkatkan kemampuan, memperkuat persiapan, dan membawa daerah meraih posisi lebih baik dalam persaingan olahraga tingkat provinsi.
Harapan tersebut disampaikan Ardiansyah ketika membuka rangkaian peringatan Haornas 2026 yang digelar bersamaan dengan peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 di kawasan Stadion Utama Kudungga, Jalan Soekarno-Hatta, Sangatta, Jumat (2/10/2026). Kegiatan yang melibatkan pemerintah daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), insan olahraga, pelajar, komunitas, dan masyarakat umum itu menjadi bagian dari upaya membangun semangat kebersamaan sekaligus memperkuat dukungan terhadap kemajuan olahraga Kutim.
Menurut Ardiansyah, peringatan Haornas tahun ini memiliki arti penting karena bertepatan dengan persiapan kontingen Kutai Timur menuju Porprov VIII Kaltim. Ajang olahraga empat tahunan tersebut diharapkan menjadi kesempatan bagi para atlet untuk menunjukkan hasil pembinaan dan latihan yang telah dijalani sekaligus meningkatkan daya saing dengan daerah lain.
“Semoga kontingen Kabupaten Kutai Timur bisa menaikkan peringkat sehingga memberikan semangat lagi kepada para olahragawan Kutai Timur,” kata Bupati Ardiansyah saat membuka rangkaian peringatan Haornas 2026 di kawasan Stadion Utama Kudungga, Jumat (2/10/2026).
Ardiansyah menilai peningkatan prestasi olahraga tidak hanya berkaitan dengan pencapaian medali ataupun posisi dalam klasemen. Lebih dari itu, keberhasilan atlet diharapkan mampu membangkitkan kebanggaan masyarakat serta memberikan dorongan kepada generasi muda untuk mengembangkan potensi mereka melalui berbagai cabang olahraga.
Karena itu, persiapan menghadapi Porprov perlu menjadi perhatian bersama. Dukungan pemerintah, pembina olahraga, pelatih, serta masyarakat dinilai memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang mampu mendorong para atlet tampil maksimal ketika menghadapi kompetisi.
Dalam kesempatan tersebut, Ardiansyah yang hadir didampingi istrinya, Siti Robiah, juga mengajak masyarakat untuk tidak memandang olahraga hanya sebagai aktivitas perlombaan atau kegiatan seremonial. Ia menginginkan olahraga semakin melekat dalam kehidupan sehari-hari sebagai kebutuhan untuk menjaga kesehatan jasmani sekaligus membangun mental yang tangguh.
“Kita jadikan olahragasebagai kebutuhan, selain sehat dengan berolahraga juga akan membentuk karakter yang positif dan jiwa sportifitas,” ucap Bupati.
Pesan tersebut menegaskan bahwa manfaat olahraga tidak terbatas pada peningkatan kebugaran tubuh. Aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin juga dapat menjadi sarana pembentukan kedisiplinan, kerja sama, ketekunan, serta sikap sportif dalam menghadapi kemenangan maupun kekalahan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim, Basuki Isnawan, menjelaskan bahwa penyelenggaraan Haornas 2026 dirancang melalui kerja sama berbagai pihak. Konsep kolaboratif tersebut diwujudkan dengan menggabungkan kegiatan olahraga dan sejumlah pelayanan publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat selama acara berlangsung.
Menurut Basuki, pendekatan tersebut bertujuan menghadirkan kegiatan yang tidak hanya menarik bagi para pelaku olahraga, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan demikian, peringatan Haornas dapat menjadi ruang interaksi yang mempertemukan berbagai unsur sekaligus memperluas partisipasi publik.
“Seluruh rangkaian kegiatan merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan suasana olahraga yang nyaman dan menyenangkan bagi masyarakat,” ujarnya.
Basuki menilai keterlibatan lintas sektor menjadi salah satu langkah untuk memperkuat ekosistem olahraga di Kutai Timur. Melalui kegiatan yang terbuka bagi berbagai kelompok masyarakat, semangat berolahraga diharapkan semakin berkembang dan tidak hanya terpusat pada kalangan atlet profesional.
Peringatan Haornas di Stadion Kudungga juga dimeriahkan dengan penampilan sejumlah cabang olahraga. Kehadiran pelajar, komunitas, insan olahraga, dan masyarakat umum memperlihatkan bahwa olahraga dapat menjadi sarana mempererat hubungan sosial sekaligus menumbuhkan minat terhadap aktivitas fisik.
Selain menjadi ajang kebersamaan, kegiatan tersebut memberikan kesempatan untuk memperkenalkan beragam cabang olahraga kepada masyarakat. Pengenalan sejak dini menjadi bagian penting dalam menumbuhkan ketertarikan generasi muda yang berpotensi melanjutkan pembinaan menuju jenjang kompetisi lebih tinggi.
Bagi Kutai Timur, momentum Haornas 2026 menjadi pengingat bahwa prestasi olahraga membutuhkan proses panjang, mulai dari pembinaan, latihan berkelanjutan, hingga dukungan berbagai pihak. Persiapan menghadapi Porprov VIII Kaltim di Kabupaten Paser menjadi salah satu kesempatan untuk mengukur perkembangan kemampuan atlet sekaligus mengevaluasi hasil pembinaan olahraga daerah.
Melalui semangat Haornas, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur berharap para atlet semakin termotivasi menghadapi Porprov 2026 dengan kesiapan terbaik. Pada saat yang sama, masyarakat diajak menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehat agar pembangunan prestasi dan budaya olahraga dapat berjalan beriringan. (ADV/Kutim).


