Ads
Ads

Disdukcapil Jemput Bola, 79 Pelajar MAN Bontang Disasar Perekaman KTP-el

BONTANG – Disdukcapil Kota Bontang bekerjasama dengan Tim Kecamatan melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el). Dalam menjalankan program inovasi Dukcapil Goes To Scholl.

Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) kini menggencarkan pelayanan jemput bola ke sekolah-sekolah untuk menyasar pelajar yang telah memasuki usia 16 tahun.

Terbaru, sebanyak 88 pelajar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Bontang masuk dalam sasaran pelayanan perekaman KTP-el pemula, namun baru 73 siswa yang telah dilakukan perekaman.

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas Surat Edaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur Nomor 400.12/2068/DISDUKCAPIL tertanggal 1 Mei 2026 tentang Perekaman KTP-el Pemula.

Dalam surat tersebut, kabupaten dan kota di Kalimantan Timur diminta mendorong perekaman KTP-el bagi warga berusia 16 tahun ke atas sebagai bagian dari pemenuhan hak konstitusional sekaligus mewujudkan tertib administrasi kependudukan.

Kepala Disdukcapil Kota Bontang Budiamin melalui Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Bontang, Mohamad Karnadi, S.Sos., M.Si., mengatakan, jemput bola ke sekolah merupakan kegiatan rutin yang dilakukan pihaknya setiap tahun.

“Ini memang kegiatan rutin kami. Disdukcapil selalu melakukan jemput bola ke sekolah-sekolah untuk menyisir siswa-siswa usia pemula yang belum melakukan perekaman KTP-el,” ujarnya.

Karnadi menjelaskan, masyarakat kerap mengira perekaman KTP-el baru bisa dilakukan setelah berusia 17 tahun. Padahal, perekaman sudah dapat dilakukan sejak usia di 16 tahun.

Sementara itu, pencetakan fisik KTP-el dilakukan setelah pemohon genap berusia 17 tahun.

“Kalau perekaman bisa dilakukan mulai usia 16 tahun. Nanti KTP-nya dicetak ketika sudah berusia 17 tahun,” jelasnya.

Menurutnya, mekanisme tersebut memberikan kemudahan bagi pelajar. Data biometrik dapat direkam lebih awal sehingga ketika usia 17 tahun terpenuhi, proses penerbitan KTP dapat dilanjutkan sesuai ketentuan.

Pelayanan jemput bola ini tidak hanya menyasar MAN Bontang. Disdukcapil juga menyisir pelajar di berbagai sekolah SMA sederajat di Kota Bontang.

Pihak sekolah terlebih dahulu diminta mendata siswa yang belum melakukan perekaman. Data tersebut kemudian dikoordinasikan dengan Disdukcapil untuk menentukan jadwal pelayanan.

“Kami menyampaikan edaran ke seluruh SMA agar berkoordinasi dengan Disdukcapil apabila masih ada siswanya yang belum melakukan perekaman. Setelah sekolah mengumpulkan data, kami menjadwalkan perekamannya,” terangnya.

Karnadi mengatakan, jadwal pelayanan disesuaikan dengan kesiapan masing-masing sekolah. Hal itu dilakukan agar pelayanan administrasi kependudukan tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar, termasuk agenda ujian maupun kegiatan sekolah lainnya.

Dari sisi teknis, pelaksanaan perekaman relatif berjalan lancar. Kendala jaringan masih dapat terjadi, namun tidak menjadi hambatan utama dalam pelayanan.

Melalui sistem jemput bola ini, Disdukcapil Bontang berupaya memastikan pelajar pemula tidak tertinggal dalam kepemilikan dokumen kependudukan.

Selain menjadi identitas resmi warga negara, kepemilikan dokumen kependudukan yang lengkap juga diperlukan dalam mengakses berbagai layanan publik.

Dengan mendatangi sekolah secara langsung, Disdukcapil berharap proses perekaman KTP-el bagi pelajar dapat dilakukan lebih cepat, mudah, dan menjangkau lebih banyak siswa di Kota Bontang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *